Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Kolom Abu Mencapai 700 Meter di Atas Puncak

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Kolom Abu Mencapai 700 Meter di Atas Puncak
Foto: (Sumber: Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan mencapai 700 meter di atas puncak pada Kamis (29/1/2026) pagi. ANTARA/HO-PVMBG)

Pantau -  Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Kamis pagi, 29 Januari 2026.

Erupsi tersebut terjadi pada pukul 07.20 WIB dengan tinggi kolom letusan mencapai sekitar 700 meter di atas puncak.

Ketinggian kolom letusan itu setara dengan 4.376 meter di atas permukaan laut.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, menyampaikan laporan tertulis terkait kejadian tersebut.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada Kamis pukul 07.20 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak atau 4.376 meter di atas permukaan laut mdpl," ungkap Mukdas Sofian.

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah tenggara.

Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 115 detik.

Tinggi kolom letusan pada erupsi sebelumnya mencapai sekitar 500 meter di atas puncak.

Ketinggian kolom letusan tersebut setara dengan 4.176 meter di atas permukaan laut.

"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah tenggara. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 20 mm dan durasi 123 detik," ujar Mukdas Sofian.

Status aktivitas vulkanik Gunung Semeru saat ini berada pada Level III atau Siaga.

Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.

Di luar jarak tersebut, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan.

Potensi bahaya meliputi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena potensi lontaran batu pijar.

Warga diminta mewaspadai potensi awan panas guguran, guguran lava, serta aliran lahar.

Daerah rawan meliputi aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

Sungai yang perlu diwaspadai antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Potensi lahar juga dapat terjadi di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai Besuk Kobokan.

Penulis :
Ahmad Yusuf