
Pantau - Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa arsitektur memiliki peran strategis tidak hanya dari sisi estetika, tetapi juga dalam mitigasi bencana dan penguatan ketahanan nasional dalam konferensi internasional di Banda Aceh.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam ajang International Disaster Resilience Workshop & Conference 2026 yang digelar di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh.
Ia mengungkapkan, "Arsitektur juga kini bertransformasi dari seni merancang menjadi ilmu tentang keberlangsungan hidup. Melalui inovasi desain, arsitek dapat mengubah bahaya menjadi risiko yang terkelola," ungkapnya.
Konferensi bertema Rethinking Architecture: Disaster Risk Reduction, Resilience & Recovery DR3 itu membahas peran desain arsitektur dalam menghadapi ancaman bencana serta proses rekonstruksi pascabencana.
Peran Strategis Arsitektur dalam Ketahanan Nasional
Kementerian Ekonomi Kreatif menegaskan dukungannya terhadap penguatan arsitektur sebagai subsektor strategis dalam ekonomi kreatif nasional.
Arsitektur dinilai mampu berkontribusi dalam ketahanan ekonomi sekaligus menjawab tantangan global terkait risiko bencana.
Menteri Ekraf menyatakan kehadiran pemerintah dalam forum tersebut merupakan bentuk komitmen mendorong inovasi dan karya berkualitas tinggi di bidang arsitektur.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk kerja sama dengan Ikatan Arsitek Indonesia, guna memperkuat ekosistem ekonomi kreatif.
Kontribusi Ekonomi dan Pengakuan Global
Subsektor arsitektur di Indonesia tercatat menyerap sekitar 61.442 tenaga kerja.
Kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto mencapai lebih dari 2,1 miliar dolar AS dengan total investasi sekitar 22 juta dolar AS pada tahun 2024.
Angka tersebut menunjukkan peran penting arsitek dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Konferensi ini merupakan penyelenggaraan perdana agenda Union Internationale des Architectes di Indonesia sejak berdiri pada tahun 1948.
Banda Aceh ditunjuk sebagai tuan rumah tanpa melalui proses bidding dengan mempertimbangkan posisinya sebagai contoh nyata praktik ketangguhan dan pembangunan kembali pascabencana yang diakui secara internasional.
Forum global ini turut membahas pengurangan risiko bencana, penguatan ketangguhan, serta pemulihan berbasis arsitektur.
- Penulis :
- Arian Mesa








