HOME  ⁄  Nasional

Survei Ungkap Program Makan Bergizi Gratis Dirasakan Manfaatnya dan Dukung Ekonomi Rakyat

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Survei Ungkap Program Makan Bergizi Gratis Dirasakan Manfaatnya dan Dukung Ekonomi Rakyat
Foto: (Sumber : Warga menerima menu makanan bergizi gratis untuk anaknya di kawasan Slipi, Jakarta, Selasa (7/4/2026). Pemerintah telah membelanjakan anggaran sebesar Rp44 triliun untuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada 61,62 juta penerima per 9 Maret 2026 dari total alokasi anggaran senilai Rp335 triliun untuk pelaksanaan MBG tahun 2026. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/agr..)

Pantau - Survei nasional Poltracking Indonesia menunjukkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat dukungan luas masyarakat serta dinilai berdampak positif terhadap ekonomi dan kesejahteraan warga.

Tingkat Kepuasan dan Dukungan Publik

Peneliti Utama Poltracking Indonesia Masduri Amrawi menyebut tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran mencapai 75,1 persen, dengan 74,1 persen responden menilai keberhasilan MBG.

“Kita mendalami program prioritas MBG. Dari data ini, 88 persen publik tahu tentang program yang sangat populer dan fenomenal ini, hanya saja yang puas terhadap program ini adalah 55 persen," ungkapnya.

Ia menambahkan sebanyak 36,5 persen masyarakat menilai MBG sebagai program yang paling dirasakan manfaatnya dibandingkan bantuan lain seperti subsidi upah dan layanan kesehatan.

Masduri menegaskan program ini bukan sekadar pemberian makanan gratis, tetapi menjadi fondasi ketahanan pangan dan pembangunan kualitas sumber daya manusia.

“Dengan penguatan pada rantai pasok lokal dan evaluasi berkelanjutan, MBG diprediksi akan terus menjadi pilar utama menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.

Dampak Nyata bagi Petani dan Daerah

Dampak positif juga dirasakan petani di daerah, salah satunya di Desa Kadiwano, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.

Ketua Kelompok Tani Bina Kasih Samuel Seronadi mengatakan program MBG membantu penyerapan hasil pertanian lokal.

"Dengan adanya MBG yang ada di wilayah kami, tanaman kami jadi laku, tidak perlu susah-susah lagi ke pasar,” katanya.

Ia menjelaskan sebanyak 21 petani kini menanam berbagai komoditas seperti kacang panjang, buncis, labu jepang, dan sawi untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG.

“Kami bersyukur dengan adanya MBG ini, hasil tani kami terserap, anak-anak kami bisa makan teratur. Di Indonesia Timur ini memang kadang anak sekolah tidak makan kalau jalan ke sekolah pagi-pagi. Termasuk anak saya," ujarnya.

Program MBG dinilai mampu menggerakkan ekonomi lokal sekaligus meningkatkan akses gizi masyarakat di berbagai wilayah.

Penulis :
Aditya Yohan