
Pantau - Kwartir Nasional Gerakan Pramuka bersama Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) mengembangkan program tanam kedelai untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan mengurangi ketergantungan impor, di Buperta Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (18/4).
Panen Perdana dan Pengembangan Lahan
Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Mayjen TNI Purn Bachtiar menyampaikan panen perdana dilakukan di lahan seluas 5 hektare dengan hasil 2 hingga 3 ton per hektare.
“Hari ini kami memanen perdana kedelai yang ditanam di demplot yang ada di Buperta Cibubur dengan luas tanam 5 hektare dan hasilnya 2 ton hingga 3 ton per hektare,” ungkapnya.
Ia menjelaskan hasil panen akan dijadikan bibit yang disertifikasi Kementerian Pertanian untuk memenuhi kebutuhan nasional.
Program ini juga telah dikembangkan di lahan 200 hektare di Lebak dan 150 hektare di Yogyakarta melalui kerja sama dengan berbagai pihak.
Dukungan Petani dan Target Swasembada
Program tersebut melibatkan kelompok petani dengan dukungan bibit, pupuk, serta pendampingan, sementara hasil panen dibeli langsung oleh Kementerian Pertanian.
“Hasil ini seluruhnya untuk petani agar mereka lebih sejahtera dan termotivasi menanam kedelai,” katanya.
Direktur Aneka Kacang dan Umbi Kementerian Pertanian Dyah Susilokarti menargetkan Indonesia dapat mengurangi impor kedelai secara bertahap hingga mencapai swasembada pada 2029.
“Penanaman yang baik akan menghasilkan panen yang baik,” ujarnya.
Ketua Kelompok Petani Pinggir Buperta Maman Amrustam mengaku program ini membantu petani karena adanya kepastian pembelian hasil panen.
“Kami dibantu bibit serta lahan yang tidak menyewa serta bantuan pupuk dan pendampingan. Saat ini hanya tunggu hasil saja, kami berterima kasih,” ungkapnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








