
Pantau - Bank Indonesia menyatakan sektor pertanian berperan sebagai tulang punggung ketahanan ekonomi nasional berdasarkan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) triwulan I 2026.
Kinerja Dunia Usaha Tetap Positif
Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia Anton Pitono menyebut aktivitas dunia usaha tetap berada di zona positif dengan Saldo Bersih Tertimbang sebesar 10,11 persen.
“Hasil SKDU mengindikasikan kinerja kegiatan dunia usaha pada triwulan I 2026 terjaga,” ungkapnya.
Kinerja positif tersebut didorong oleh sejumlah sektor utama seperti pertanian, industri pengolahan, perdagangan, serta jasa keuangan.
Peningkatan aktivitas usaha juga dipengaruhi tingginya permintaan saat periode hari besar keagamaan dan musim panen.
Bank Indonesia memproyeksikan kinerja dunia usaha akan meningkat pada triwulan II 2026 dengan SBT mencapai 14,80 persen, terutama ditopang sektor pertanian.
Pertanian Jadi Penggerak Ekonomi
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan sektor pertanian kini menjadi penggerak utama ekonomi nasional.
“Pertanian hari ini bukan hanya penyangga, tetapi menjadi penggerak utama ekonomi nasional. Ketika sektor lain mengalami tekanan, pertanian justru hadir sebagai solusi dan penopang utama,” ujarnya.
Ia menyebut peningkatan kinerja pertanian didukung berbagai program seperti percepatan tanam, optimalisasi lahan, serta perbaikan irigasi dan distribusi pupuk.
Kinerja sektor ini juga tercermin dari peningkatan ekspor sebesar Rp166,71 triliun dan penurunan impor sebesar Rp41,68 triliun pada 2025.
Selain itu, cadangan beras pemerintah mencapai sekitar 5 juta ton, sementara Nilai Tukar Petani berada di angka 125,35 yang menjadi tertinggi dalam 34 tahun terakhir.
“Kalau pertanian kuat, ekonomi nasional pasti kuat. Ini yang terus kita jaga dan percepat,” tegas Amran.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








