
Pantau - Pelaku industri kopi nasional menegaskan standardisasi biji kopi menjadi kunci utama menjaga kualitas rasa di tengah maraknya tren minuman kopi instan dan kekinian di Indonesia.
Strategi Jaga Kualitas dari Hulu
CEO BeanStar Indonesia Mr. Steven mengatakan potensi pasar kopi di Indonesia masih sangat besar meski tingkat penetrasinya belum setinggi negara lain.
"Kami melihat potensi pasar di Indonesia sangat luar biasa. Meskipun saat ini penetrasi pasar kopi di sini baru mencapai sekitar 100 poin dibandingkan negara lain seperti Italia, Jepang, atau China yang sudah melampaui 400, kami tetap optimis untuk berekspansi karena kami sangat menyukai pasar ini," ungkapnya.
Ia menjelaskan pihaknya mengandalkan biji kopi lokal berkualitas, khususnya dari Aceh, setelah melakukan riset sejak 2022.
"Kebanyakan bahan baku kami berasal dari Indonesia, khususnya biji kopi. Kami memilih biji kopi terbaik dari wilayah seperti Aceh untuk memastikan kami dapat menyajikan rasa yang dihormati oleh pelanggan lokal. Tujuan kami adalah menyatu dengan komunitas di Indonesia," ujarnya.
Kombinasi Bahan Global dan Lokal
Selain biji kopi lokal, BeanStar juga memadukan bahan premium dari berbagai negara seperti Okinawa dan matcha dari Jepang serta tiramisu dari Italia untuk menciptakan pengalaman rasa yang unik.
Strategi ini dilakukan untuk menghadirkan kopi berkualitas global dengan harga yang tetap terjangkau bagi konsumen.
Steven menegaskan ekspansi bisnis tidak difokuskan pada jumlah gerai, melainkan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan di setiap lokasi.
"Kami tidak mengejar terlalu banyak gerai. Fokus kami adalah memastikan setiap gerai memberikan citra yang sempurna dan suasana yang nyaman bagi pelanggan, namun dengan harga yang normal dan murah. Kami ingin menawarkan kopi berkualitas dunia yang dapat dinikmati semua orang," katanya.
Upaya standardisasi ini diharapkan dapat memperkuat industri kopi nasional sekaligus menjawab kebutuhan gaya hidup masyarakat urban yang terus berkembang.
- Penulis :
- Aditya Yohan








