Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Investasi Tembus Rp130 Triliun, Bisnis Hunian di Banten Diprediksi Melejit pada 2026

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Investasi Tembus Rp130 Triliun, Bisnis Hunian di Banten Diprediksi Melejit pada 2026
Foto: (Sumber: Foto udara kendaraan melintas di samping akses tol langsung KM 25 Jakarta-Merak di Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (13/1/2026). Pembangunan akses tol langsung Jakarta-Tangerang KM 25 sepanjang 10 kilometer tersebut telah mencapai tahap akhir penyelesaian fisik dan akan memasuki pelaksanaan uji laik fungsi (ULF) serta uji laik operasi (ULO) pada akhir kuartal pertama 2026 sebelum bisa digunakan oleh masyarakat. ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/gp.)

Pantau - Pemerintah Provinsi Banten mencatat lonjakan signifikan dalam sektor investasi selama tahun 2025, dengan total realisasi mencapai Rp130,2 triliun, melampaui target nasional dan mengantarkan Banten ke peringkat keempat tertinggi secara nasional.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten, Virgojanti, menyatakan bahwa capaian tersebut mencerminkan semakin menariknya iklim usaha di Banten di mata investor, baik domestik maupun asing.

"Capaian tersebut membawa Banten naik ke peringkat empat nasional dalam realisasi investasi. Ini jadi indikator kuat bahwa iklim usaha di provinsi ini semakin menarik di mata investor domestik dan asing," ungkapnya.

Kabupaten Tangerang Jadi Magnet Investasi dan Hunian

Kabupaten Tangerang menjadi salah satu kontributor utama dengan nilai investasi lebih dari Rp37,6 triliun.

Virgojanti menjelaskan bahwa investasi yang masuk tak hanya berkutat pada sektor industri dan infrastruktur, melainkan juga mencerminkan peran strategis Kabupaten Tangerang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

"Pertumbuhan investasi yang stabil di wilayah ini membuka peluang besar bagi sektor properti dan hunian untuk terus berkembang pada 2026," tambahnya.

Chrissandy Dave, Direktur Paramount Land, menyambut optimisme ini dengan menyatakan bahwa tahun 2026 merupakan momentum emas bagi pertumbuhan bisnis hunian di wilayah Banten.

"Kami melihat 2026 sebagai momentum pertumbuhan yang sangat baik bagi bisnis hunian. Investasi yang masuk ke Banten, khususnya Kabupaten Tangerang, menciptakan permintaan nyata terhadap hunian berkualitas," ujarnya.

Hunian Terpadu Jadi Tren, Konsumen Kian Selektif

Tren hunian 2026 diperkirakan akan mengarah pada kawasan terpadu yang menawarkan lingkungan lengkap, nyaman, dan berkelanjutan.

Konsumen dinilai semakin selektif dan menjadikan hunian sebagai aset investasi jangka panjang.

"Hunian tidak lagi sekadar tempat tinggal, tetapi juga aset investasi. Faktor akses tol, fasilitas kota, ruang terbuka hijau dan konsep kawasan terpadu menjadi pertimbangan utama konsumen," jelas Chrissandy.

Didukung oleh realisasi investasi yang kuat dan sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha, prospek sektor properti dan hunian di Banten diprediksi akan terus tumbuh pada tahun 2026.

Kemudahan perizinan dan percepatan pembangunan infrastruktur dari pemerintah daerah turut memperkuat fondasi sektor ini.

Virgojanti menegaskan, "Sinergi antara pemerintah dan pengembang diyakini mampu menciptakan ekosistem hunian yang tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat."

Penulis :
Aditya Yohan