Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

HIPMI Nilai Kenaikan Investasi Dana Pensiun dan Asuransi sebagai Langkah Strategis Perkuat Pasar Modal

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

HIPMI Nilai Kenaikan Investasi Dana Pensiun dan Asuransi sebagai Langkah Strategis Perkuat Pasar Modal
Foto: (Sumber: Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Akbar Himawan Buchari, Jakarta. ANTARA (HO-HIPMI))

Pantau - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menyambut positif langkah Presiden Prabowo Subianto dalam menaikkan batas investasi saham bagi dana pensiun dan perusahaan asuransi, yang dinilai sebagai tindakan berani dan strategis di tengah gejolak pasar modal.

Ketua Umum BPP HIPMI, Akbar Himawan Buchari, menyatakan bahwa kebijakan ini memberikan ruang lebih besar bagi institusi besar untuk berkontribusi terhadap penguatan pasar saham Indonesia.

"Melalui kebijakan tersebut, pemerintah menaikkan porsi investasi dana pensiun dan asuransi dari 8 persen menjadi 20 persen dari modal yang tersedia, di tengah tekanan yang dialami pasar saham dan upaya untuk memperbaiki likuiditas serta kepercayaan investor domestik," ungkapnya.

Dorong Kepercayaan dan Partisipasi Investor Domestik

Menurut Akbar, kebijakan ini merupakan sinyal positif bagi dunia usaha bahwa pemerintah serius dalam memperkuat fundamental pasar modal nasional.

HIPMI menilai keputusan ini sebagai bukti komitmen pemerintah untuk membangun struktur pasar modal yang lebih solid dan tangguh.

Langkah ini juga dianggap membuka peluang lebih luas bagi penguatan ekonomi domestik melalui peran aktif investor institusional.

Akbar menekankan bahwa kebijakan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan partisipasi modal domestik secara menyeluruh.

Peningkatan partisipasi ini diharapkan mampu merangsang aliran investasi jangka panjang, serta menambah stabilitas pasar di tengah ketidakpastian global.

Momentum Pulihkan Kepercayaan dan Bangun Iklim Investasi

HIPMI menilai kebijakan ini sebagai momentum penting dalam memulihkan kepercayaan investor, baik institusi maupun ritel, terhadap pasar saham Indonesia.

Pasar modal, menurut Akbar, harus diposisikan sebagai instrumen strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional.

"Kami di HIPMI melihat bahwa langkah ini tidak hanya relevan secara teknis, namun juga memberi kepercayaan bagi pelaku usaha, terutama generasi muda pengusaha, bahwa pemerintah memprioritaskan iklim investasi yang produktif dan inklusif," ia menegaskan.

Penulis :
Ahmad Yusuf