Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

DPR Tekankan Industri Hijau Harus Hadirkan Keadilan Ekonomi, Bukan Sekadar Panel Surya

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

DPR Tekankan Industri Hijau Harus Hadirkan Keadilan Ekonomi, Bukan Sekadar Panel Surya
Foto: (Sumber: Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini. (ANTARA/HO-DPR RI).)

Pantau - Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, menegaskan bahwa keberhasilan transformasi industri hijau tidak cukup diukur dari efisiensi energi atau capaian produksi semata, melainkan juga dari kemampuannya bertahan di tengah krisis, menjaga lingkungan hidup, serta menciptakan keadilan ekonomi bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Kalau tidak berani berubah sekarang, industri nasional bukan hanya kalah bersaing, tetapi bisa tergilas oleh krisis global," ujar Novita dalam kunjungan kerja Komisi VII DPR RI di Lampung, Jumat, 30 Januari 2026.

Pernyataan itu disampaikan dalam konteks pengawasan implementasi transformasi industri hijau di tengah tekanan ketidakpastian ekonomi global seperti pelemahan nilai tukar rupiah, lonjakan harga energi, dan ketegangan geopolitik dunia.

Tekanan Ekonomi dan Tantangan Nyata bagi Industri

Salah satu industri yang disorot dalam kunjungan tersebut adalah PT Japfa Comfeed Indonesia yang beroperasi di Provinsi Lampung.

Menurut Novita, tekanan ekonomi global telah berdampak nyata, tidak hanya pada pelaku industri besar, tetapi juga sampai ke tingkat rumah tangga dan petani.

"Tekanan ekonomi hari ini nyata dirasakan masyarakat dan pelaku industri. Kenaikan harga energi berdampak langsung pada biaya produksi. Tanpa transformasi yang serius dan berkelanjutan, industri nasional berisiko stagnan bahkan tergerus krisis global," tegasnya.

Novita mengapresiasi langkah PT Japfa yang telah mulai memanfaatkan energi surya, namun mengingatkan bahwa pendekatan industri hijau tidak boleh semata-mata berhenti pada aspek teknologi.

"Green industry bukan hanya soal panel surya. Transformasi harus menyentuh manajemen limbah, perlindungan ekosistem, efisiensi sumber daya, dan dampak nyata bagi lingkungan sekitar. Jika tidak, konsep hijau hanya menjadi jargon," ungkapnya.

Dorong Keberlanjutan dan Keadilan dalam Industri Pangan

Ia mendorong agar PT Japfa menjadi proyek percontohan industri hijau di sektor pangan, dengan penerapan prinsip keberlanjutan dari hulu ke hilir.

Selain aspek lingkungan, Novita juga menekankan pentingnya keadilan ekonomi dalam membangun ekosistem industri pangan yang inklusif.

"Sejalan dengan semangat Astacita Presiden tentang kemandirian dan kedaulatan pangan, industri besar tidak boleh berjalan sendiri. Harus ada ruang kolaborasi yang nyata bagi UMKM dan usaha mikro, agar manfaat kemajuan industri dirasakan hingga ke lapisan ekonomi terbawah," tuturnya.

Komisi VII DPR RI berharap bahwa dorongan transformasi industri hijau dapat menjadi jalan menuju ketahanan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan di tengah tantangan global.

 

Penulis :
Ahmad Yusuf