Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Sentimen Reformasi dan Pertemuan dengan MSCI Dorong IHSG Rebound ke Level 8.041

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Sentimen Reformasi dan Pertemuan dengan MSCI Dorong IHSG Rebound ke Level 8.041
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/rwa/pri..)

Pantau - Sentimen positif dari delapan rencana aksi reformasi serta hasil pertemuan dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat pada perdagangan Selasa, 3 Februari 2026.

IHSG terpantau rebound dengan penguatan sebesar 119,11 poin atau naik 1,50 persen ke posisi 8.041,84 pada sesi I perdagangan pukul 11.20 WIB.

Penguatan tersebut disampaikan oleh Ekonom Keuangan dan Praktisi Pasar Modal Hans Kwee yang menilai sentimen dari dalam negeri menjadi pendorong utama pergerakan positif pasar.

Hans Kwee menjelaskan bahwa hasil rencana reformasi integrasi serta pertemuan antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self Regulatory Organization (SRO) dengan MSCI menjadi faktor penting penguatan IHSG.

“Dalam negeri, hasil rencana reformasi integrasi dan hasil pertemuan OJK Otoritas Jasa Keuangan dan SRO Self Regulatory Organization dengan MSCI menjadi sentimen positif. Harusnya masalah MSCI dapat segera selesai,” ungkap Hans Kwee.

Ia menambahkan bahwa pelemahan IHSG pada awal sesi I merupakan lanjutan sentimen negatif dari perdagangan sebelumnya.

Pelemahan tersebut dipicu oleh aksi panic selling investor domestik pada perdagangan Senin, 2 Februari 2026.

Pada perdagangan sebelumnya, investor domestik khususnya ritel masih diliputi kekhawatiran terkait potensi berlanjutnya arus modal keluar investor asing atau foreign outflow.

Meski diliputi kekhawatiran, investor asing secara akumulasi tercatat melakukan pembelian bersih atau net buy sebesar Rp654,9 miliar pada perdagangan Senin, 2 Februari 2026.

Hans Kwee juga menyoroti faktor eksternal yang turut memengaruhi pasar pada perdagangan sebelumnya, yakni penunjukan Kevin Warsh oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

“Kemarin juga ada faktor penunjukan Kevin Warsh oleh Trump Presiden AS Donald Trump. Ini membuat dolar AS menguat dan emas turun banyak. Kemarin saham emas dan mining melemah semua. Sentimen ini berkurang di pasar hari ini,” ujarnya.

Dalam pertemuan dengan MSCI, OJK memaparkan kesiapan meningkatkan transparansi pasar modal melalui pengungkapan kepemilikan saham hingga di atas 1 persen.

OJK juga menyampaikan rencana penerapan klasifikasi investor yang lebih rinci dengan memperluas sub-tipe investor dari tujuh menjadi 27 sub-tipe.

Penulis :
Ahmad Yusuf