
Pantau - Menjelang tahun 2026, pasar perdagangan menunjukkan perubahan besar dalam persepsi terhadap Bitcoin dan emas sebagai aset lindung nilai setelah laporan Februari 2026 mencatat terjadinya “Pemisahan Besar” atau The Great Decoupling antara kedua aset tersebut.
Kinerja Berlawanan Bitcoin dan Emas
Selama bertahun-tahun, Bitcoin dan emas kerap dianggap bergerak searah sebagai pelindung nilai dari inflasi dan pelemahan mata uang fiat.
Namun pada awal 2026, emas justru terus mencetak rekor harga tertinggi sepanjang masa, sementara Bitcoin tertahan dalam fase jenuh dan koreksi harga yang dalam.
Data pasar per 30 Januari 2026 menunjukkan harga Bitcoin berada di level 78.623,95 dolar Amerika Serikat.
Pada periode yang sama, harga emas tercatat sebesar 4.745,10 dolar Amerika Serikat per ounce.
Kapitalisasi pasar Bitcoin mencapai sekitar 1,6 triliun dolar Amerika Serikat, jauh lebih kecil dibanding kapitalisasi pasar emas yang mencapai sekitar 33,9 triliun dolar Amerika Serikat.
Korelasi bergulir satu tahun antara Bitcoin dan emas berada di angka minus 0,09 yang menandakan hubungan historis keduanya hampir sepenuhnya terputus.
Pada Januari 2026, emas sempat menyentuh harga 5.500 dolar Amerika Serikat per ounce.
Sementara itu, Bitcoin mengalami penurunan signifikan dari puncak harga 126.000 dolar Amerika Serikat pada Oktober 2025 ke kisaran 78.000 dolar Amerika Serikat.
Saat ini, satu Bitcoin hanya setara dengan sekitar 16,57 ounce emas.
Faktor Likuiditas dan Peran Berbeda Aset
Perbedaan kinerja ini dinilai bukan mencerminkan kegagalan salah satu aset, melainkan perbedaan fungsi dan sumber likuiditas.
Kenaikan harga emas terutama dipicu oleh akumulasi besar-besaran bank sentral global.
Bank sentral dari Tiongkok, India, dan Rusia tercatat menjadi pembeli utama emas fisik.
Pembelian emas oleh bank sentral mencapai rata-rata sekitar 1.000 ton per tahun sebagai bagian dari strategi dedolarisasi dan perlindungan dari sanksi Barat.
Emas dipandang sebagai aset jangkar yang tidak bergantung pada sistem digital atau perangkat lunak.
Di sisi lain, Bitcoin berkembang sebagai indikator utama likuiditas global.
Sekitar 41 persen pergerakan harga Bitcoin dipengaruhi langsung oleh pasokan uang global M2.
Sementara itu, pengaruh langsung emas terhadap pergerakan Bitcoin hanya sekitar 26 persen.
Bitcoin berfungsi sebagai penyerap kelebihan likuiditas dari sistem perbankan global.
Pada awal 2026, likuiditas global dinilai belum sepenuhnya mengalir ke pasar kripto.
Pengaruh Geopolitik dan Pasar Keuangan
Program pengetatan kuantitatif Federal Reserve telah berakhir, namun kebijakan pelonggaran likuiditas lanjutan belum sepenuhnya berdampak pada Bitcoin.
Emas telah lebih dahulu menyerap permintaan besar dari bank sentral, dengan Tiongkok menjadi penggerak utama lonjakan permintaan.
Likuiditas dari ekonomi riil Tiongkok mengalir ke emas untuk menjaga stabilitas domestik.
Bitcoin sangat sensitif terhadap kondisi pasar keuangan Amerika Serikat.
Kehadiran ETF Bitcoin spot membuat pergerakan Bitcoin semakin terikat dengan Wall Street.
Ketika pasar saham Amerika Serikat tertekan, Bitcoin kerap diperlakukan sebagai aset berisiko tinggi dan dilikuidasi untuk menutup margin saham.
Dalam jangka pendek, emas dan Bitcoin sering bergerak berlawanan arah.
Dalam jangka panjang, kedua aset tetap merespons pelemahan mata uang fiat.
Kondisi awal 2026 menunjukkan emas memimpin siklus karena ketegangan geopolitik global.
Prospek Jangka Panjang dan Diversifikasi
Sejarah menunjukkan ketertinggalan Bitcoin biasanya diikuti fase kenaikan agresif.
Kapitalisasi pasar Bitcoin yang baru sekitar 4,6 persen dari total pasar emas menunjukkan potensi pertumbuhan yang masih besar.
Memasuki pertengahan 2026, Bitcoin dinilai menunjukkan tanda-tanda pendewasaan pasar.
Keterlibatan investor institusional dan kejelasan regulasi memperluas basis permintaan Bitcoin.
Undang-undang SLR di Amerika Serikat dijadwalkan berlaku pada April 2026 dan berpotensi memengaruhi likuiditas.
Volatilitas Bitcoin tetap tinggi dengan likuidasi massal sekitar 1,7 miliar dolar Amerika Serikat pada akhir Januari.
Emas menawarkan tren kenaikan yang lebih stabil dan terstruktur.
Bitcoin menawarkan eksposur terhadap pertumbuhan likuiditas digital yang lebih agresif.
Korelasi negatif minus 0,09 dinilai membuka peluang diversifikasi portofolio.
Kepemilikan emas memberikan stabilitas di tengah ketidakpastian global.
Sementara itu, investasi Bitcoin memberi peluang menangkap lonjakan likuiditas global di masa depan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







