Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Askrindo dan BPD Kalteng Perkuat Pembiayaan UMKM Lewat Kerja Sama Asuransi Kredit dan Asuransi Umum

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Askrindo dan BPD Kalteng Perkuat Pembiayaan UMKM Lewat Kerja Sama Asuransi Kredit dan Asuransi Umum
Foto: (Sumber: PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) bersama PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah (BPD Kalteng) menandatangani Perjanjian Kerja Sama Asuransi Kredit Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Asuransi Umum bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). ANTARA/HO-Askrindo..)

Pantau - PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo menandatangani kerja sama dengan PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah atau BPD Kalteng untuk memperkuat pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah melalui skema Asuransi Kredit Kredit Usaha Rakyat dan Asuransi Umum.

Kerja sama tersebut merupakan bagian dari komitmen Askrindo dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk penguatan pembiayaan UMKM di daerah, khususnya di Kalimantan Tengah yang dinilai memiliki potensi ekonomi strategis.

Askrindo menilai pertumbuhan UMKM di Kalimantan Tengah, terutama pada sektor pertanian, perkebunan, serta kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara, perlu diimbangi dengan perlindungan risiko agar pembiayaan lebih berkelanjutan.

Melalui kolaborasi ini, perbankan diharapkan lebih percaya diri dalam menyalurkan kredit kepada UMKM karena adanya perlindungan terhadap risiko kredit dan risiko usaha produktif.

Skema Asuransi Kredit KUR memberikan perlindungan atas risiko gagal bayar dalam penyaluran pembiayaan UMKM, sementara Asuransi Umum berfungsi memitigasi risiko produksi, aset, hingga aktivitas operasional usaha.

Perlindungan tersebut juga mencakup usaha pendukung logistik dan infrastruktur di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara yang menjadi bagian dari pengembangan ekonomi regional.

Askrindo menegaskan bahwa "perusahaan tidak hanya berperan sebagai penyedia proteksi risiko kredit, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam membangun ekosistem pembiayaan UMKM yang inklusif dan berkelanjutan," ungkapnya.

Data Portal Satu Data Kalimantan Tengah mencatat jumlah usaha mikro di provinsi tersebut mencapai sekitar 278.588 unit pada periode 2023 hingga 2024.

Besarnya jumlah usaha mikro tersebut berkaitan erat dengan struktur ekonomi daerah yang bertumpu pada sektor pertanian, perkebunan, serta pengembangan food estate.

Konsentrasi usaha mikro di sektor produktif mendorong meningkatnya kebutuhan pembiayaan yang disertai perlindungan risiko guna menjaga keberlanjutan usaha.

Perluasan sektor produktif juga dinilai meningkatkan permintaan terhadap asuransi umum sebagai penopang ketahanan UMKM dan kepercayaan perbankan.

Askrindo dan BPD Kalteng optimistis kerja sama ini dapat memperkuat ratusan ribu usaha mikro dan UMKM, meningkatkan kapasitas usaha, serta memperluas skala bisnis.

Ke depan, Askrindo berencana membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan perbankan daerah lainnya guna mempermudah UMKM mengakses pembiayaan yang sehat, berkelanjutan, dan inklusif.

Penulis :
Ahmad Yusuf