Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Program UMKM BISA Ekspor Fasilitasi 1.217 Pelaku Usaha dengan Transaksi Rp2,27 Triliun Sepanjang 2025

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Program UMKM BISA Ekspor Fasilitasi 1.217 Pelaku Usaha dengan Transaksi Rp2,27 Triliun Sepanjang 2025
Foto: (Sumber: Menteri Perdagangan Budi Santoso mengunjungi UMKM Nuansa Art di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (15/1/2026). ANTARA/HO-Kemendag.)

Pantau - Kementerian Perdagangan mencatat program Usaha Mikro Kecil dan Menengah Berani Inovasi Siap Adaptasi Ekspor atau UMKM BISA Ekspor memfasilitasi 1.217 pelaku usaha dengan total transaksi mencapai 134,87 juta dolar Amerika Serikat atau setara Rp2,27 triliun sepanjang tahun 2025.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan capaian tersebut dalam keterangannya di Jakarta pada Senin.

Budi Santoso menyatakan, "Capaian ini membuktikan UMKM Indonesia punya kesempatan bersaing untuk diterima di pasar internasional," ungkapnya.

Total transaksi tersebut terdiri atas purchase order senilai 57,45 juta dolar Amerika Serikat dan potensi transaksi sebesar 77,42 juta dolar Amerika Serikat.

Sepanjang 2025, Kementerian Perdagangan mencatat telah terlaksana 622 kegiatan penjajakan bisnis atau business matching dalam program UMKM BISA Ekspor.

Kegiatan tersebut terdiri atas 399 sesi pitching yang merupakan presentasi UMKM kepada perwakilan perdagangan Republik Indonesia di luar negeri serta 223 pertemuan langsung dengan pembeli mancanegara.

Mitra business matching terbanyak berasal dari Uni Emirat Arab, disusul Hungaria, Hong Kong, Malaysia, dan Korea Selatan.

Produk makanan dan minuman mendominasi kegiatan pitching dan business matching dengan porsi 29,99 persen.

Produk perkebunan berada di posisi berikutnya dengan persentase 14,91 persen.

Produk furnitur dan dekorasi rumah serta tekstil dan produk tekstil atau fesyen masing-masing menyumbang 10,94 persen.

Produk perikanan tercatat dengan kontribusi sebesar 5,63 persen.

Selain business matching reguler bulanan, UMKM BISA Ekspor juga menginisiasi business matching tematik untuk menggaungkan fasilitasi UMKM yang inklusif.

Business matching tematik Disabilitas digelar pada 26 hingga 29 September 2025 dengan melibatkan Indonesia Trade Promotion Center Santiago di Cile dan Osaka di Jepang.

Atase Perdagangan Republik Indonesia di Berlin, Jerman, serta Bangkok, Thailand, juga turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Produk yang dipromosikan dalam business matching Disabilitas meliputi produk kerajinan dan fesyen.

Kementerian Perdagangan juga menyelenggarakan dua sesi business matching dalam rangka Hari Perempuan Internasional 2025.

Kegiatan tersebut melibatkan perwakilan perdagangan Republik Indonesia di Hungaria dan Inggris.

Produk yang ditampilkan dalam business matching Hari Perempuan Internasional meliputi makanan ringan, fesyen, dan batik.

Budi Santoso menyatakan, "Business matching tematik mendorong partisipasi UMKM penyandang disabilitas dan perempuan pelaku usaha agar produk unggulannya dapat dikenal dan diterima di pasar internasional. Upaya ini adalah komitmen memastikan seluruh pelaku UMKM memiliki kesempatan yang setara untuk mengakses pasar global," ungkapnya.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi menyampaikan program UMKM BISA Ekspor akan terus diperkuat.

Penguatan tersebut dilakukan dengan melibatkan secara aktif kedutaan besar dan konsulat jenderal Republik Indonesia di berbagai negara tujuan ekspor.

Kementerian Perdagangan juga telah menyusun rekomendasi 178 pameran internasional sebagai referensi pembina UMKM untuk tahun 2026.

Pameran internasional tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendorong produk binaan menembus pasar ekspor.

Fajarini Puntodewi menyatakan, "Para pembina UMKM juga mengharapkan masukan yang lebih intensif dari perwakilan perdagangan RI menyangkut kesesuaian produk UMKM dengan karakteristik pasar negara tujuan," ungkapnya.

Penulis :
Aditya Yohan