
Pantau - PT Bank Tabungan Negara Tbk memastikan fundamental keuangan perseroan tetap terjaga di tengah koreksi outlook kredit oleh lembaga pemeringkat internasional Moody’s Ratings.
Corporate Secretary BTN Ramon Armando menyatakan bahwa BTN hingga saat ini masih memiliki peringkat kredit pada level investment grade.
Ia menegaskan, "Fundamental BTN tetap kuat dari sisi permodalan, likuiditas, dan kualitas aset meskipun terjadi penurunan outlook," ungkapnya.
BTN menilai penurunan outlook tersebut tidak mengubah komitmen perseroan dalam menjaga kinerja, stabilitas, dan kepercayaan pasar.
Perseroan akan tetap menyalurkan kredit secara selektif dengan pengelolaan risiko yang prudent.
BTN juga terus meningkatkan kualitas kredit melalui penerapan manajemen risiko yang ketat serta proses bisnis yang lebih cermat, terukur, dan disiplin.
Selain itu, BTN mengapresiasi stimulus fiskal dan moneter yang diberikan pemerintah dan regulator untuk mendukung industri perbankan nasional.
Menurut BTN, dukungan tersebut penting untuk mengoptimalkan fungsi intermediasi perbankan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang sehat.
Pada 5 Februari 2026, Moody’s mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level Baa2 namun menurunkan outlook dari stabil menjadi negatif.
Penurunan outlook tersebut juga berdampak pada lima bank besar nasional, yakni Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, dan BCA.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan bahwa penurunan outlook tidak mencerminkan pelemahan fundamental ekonomi Indonesia.
Bank Indonesia menilai ekonomi domestik tetap solid di tengah ketidakpastian global dengan stabilitas sistem keuangan yang terjaga.
Likuiditas perbankan dinilai memadai, permodalan berada pada level tinggi, serta risiko kredit tetap rendah.
Moody’s menyatakan outlook berpeluang dikembalikan menjadi stabil apabila prospek kredit Indonesia kembali membaik dan kondisi perusahaan tetap terjaga.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







