Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

IFG Progress Menilai Kenaikan Batas Investasi Saham Dapen dan Asuransi Perlu Mitigasi Risiko yang Disiplin

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

IFG Progress Menilai Kenaikan Batas Investasi Saham Dapen dan Asuransi Perlu Mitigasi Risiko yang Disiplin
Foto: (Sumber: Senior Research Associate IFG Progress Ibrahim Kholilul Rohman (kanan). ANTARA/Ahmad Buchori/aa.)

Pantau - IFG Progress menilai rencana kenaikan limit investasi saham bagi industri dana pensiun dan asuransi hingga 20 persen dapat memperluas fleksibilitas pengelolaan portofolio, namun perlu diimbangi mitigasi risiko yang disiplin di Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Kepala IFG Progress Ibrahim Kholilul Rohman mengatakan arah kebijakan tersebut sejalan dengan upaya memperdalam pasar keuangan domestik serta memperkuat peran investor institusional jangka panjang.

“Fleksibilitas investasi memang penting untuk meningkatkan kapasitas pembiayaan jangka panjang. Namun, setiap ruang fleksibilitas harus diimbangi dengan penguatan tata kelola, seleksi aset yang ketat, serta pengelolaan risiko berbasis profil liabilitas masing-masing institusi,” ungkap Ibrahim.

Ibrahim menjelaskan pemilihan saham sebaiknya difokuskan pada saham berkapitalisasi besar dan likuid, termasuk yang tergabung dalam indeks utama pasar, karena secara teoretis memiliki volatilitas yang relatif lebih terkendali.

Ia menambahkan kenaikan batas hingga 20 persen tetap membuka potensi risiko konsentrasi, terutama di pasar berkembang yang masih sensitif terhadap sentimen nonfundamental.

Ibrahim menyatakan kriteria saham untuk mendapatkan perlakuan batas lebih tinggi perlu mempertimbangkan lebih dari sekadar likuiditas.

“Karena itu, penetapan kriteria saham yang memperoleh perlakuan batas lebih tinggi perlu memasukkan dimensi kualitas tata kelola emiten, stabilitas kinerja keuangan, serta transparansi informasi, tidak hanya aspek likuiditas,” kata Ibrahim.

Ia menekankan pentingnya prinsip asset liability matching (ALM) sebagai fondasi pengelolaan investasi asuransi dan dana pensiun.

Ibrahim menyatakan tujuan utama pengelolaan dana adalah memastikan kecukupan aset untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dan jangka panjang, bukan semata mengejar imbal hasil tinggi.

Penulis :
Aditya Yohan