Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Perumda Dharma Jaya Memperkirakan Harga Daging Sapi Naik 7–15 Persen Menjelang Ramadhan dan Lebaran 2026

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Perumda Dharma Jaya Memperkirakan Harga Daging Sapi Naik 7–15 Persen Menjelang Ramadhan dan Lebaran 2026
Foto: (Sumber: Pedagang memotong daging sapi dagangannya di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Rabu (21/1/2026). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

Pantau - Perumda Dharma Jaya memprediksi harga daging sapi di Jakarta akan naik sekitar 7 persen hingga 15 persen menjelang Ramadhan dan Lebaran 2026 di Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Kepala Divisi Perencanaan Korporasi dan Transformasi Perumda Dharma Jaya Afan Wahyu menyampaikan perkiraan tersebut saat acara kesiapan stok protein hewani di Jakarta selama Ramadhan.

"Kisaran harga pada bulan Ramadhan untuk daging sapi di angka Rp143.000-Rp146.000. Ini patokan harga daging sapi paha belakang," ujar Afan.

Afan mengatakan kenaikan harga daging sapi paling tinggi biasanya terjadi pada momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Ia menyebut harga yang dijual Dharma Jaya diklaim lebih murah sekitar 2 persen hingga 30 persen dibanding para kompetitor.

Afan menjelaskan kenaikan harga dipicu peningkatan konsumsi di level rumah tangga, UMKM, dan acara-acara keagamaan.

Ia menyebut permintaan daging sapi biasanya mencapai 58 persen pada periode H-30 sampai H+7 Lebaran.

Afan menyampaikan stok daging sapi per 11 Februari 2026 tercatat 1.195 ton dan ketersediaan sapi hidup siap potong mencapai 1.594 ekor.

"Infonya bulan ini akan masuk lagi 550 ekor (sapi). Kami juga melakukan buffer stok 300 ton per bulan. Untuk amannya itu di angka untuk kecukupan tiga bulan ke depan," kata Afan.

Ia menyebut sekitar 90 persen pasokan daging sapi Jakarta berasal dari luar Jakarta melalui kerja sama antardaerah, BUMD, BUMN, swasta, serta impor karena Jakarta bukan daerah produsen.

Afan mengatakan kebutuhan daging sapi Jakarta dapat mencapai 73.100 ton dalam setahun dengan konsumsi per kapita berada pada kisaran 2,3 sampai 5 kg per tahun.

Penulis :
Ahmad Yusuf