Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Wamenkeu Ajak Pemkot Solo Perluas Kredit UMi Lampaui 25 Ribu Debitur

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Wamenkeu Ajak Pemkot Solo Perluas Kredit UMi Lampaui 25 Ribu Debitur
Foto: (Sumber: Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara memberikan sambutan dalam acara Press Tour Kementerian Keuangan 2026 di Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (12/2/2026). ANTARA/Uyu Septiyati Liman..)

Pantau - Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengajak Pemerintah Kota Surakarta memperluas layanan pembiayaan ultra mikro agar jumlah penerima meningkat dari 25 ribu debitur saat ini.

Layanan keuangan tersebut disalurkan salah satunya oleh Badan Layanan Umum Pusat Investasi Pemerintah yang merupakan bagian dari Special Mission Vehicle di bawah Kementerian Keuangan.

Suahasil menyampaikan “Waktu dengar angka 25 ribu penerima UMi atau debitur di Surakarta, saya rasa untuk kaliber Kota Solo harusnya bisa lebih besar, terlalu kecil menurut saya 25 ribu debitur itu untuk kaliber kota sebesar Surakarta,” ucap Suahasil Nazara di Surakarta, Jawa Tengah, Kamis.

Kolaborasi dengan PIP dan Pemda

Ia mendorong Pemkot Surakarta berkolaborasi dengan Pusat Investasi Pemerintah untuk mengidentifikasi kegiatan usaha yang potensial menerima pendanaan.

Suahasil menyampaikan “Saya minta kepada Pusat Investasi Pemerintah untuk aktif mencari usaha-usaha mikro yang bisa diberikan pembiayaan, kemudian kerja sama dengan Pemda Pemerintah Daera, untuk menjadi kunci dari pembiayaan yang tepat sasaran dan bisa meningkatkan usaha mikro dan kecil tersebut,” katanya.

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kunci agar pembiayaan tepat sasaran dan mampu mendorong pertumbuhan usaha mikro dan kecil di daerah.

Bunga Lebih Rendah dari Perbankan

Suahasil mengatakan bunga yang diterapkan Pusat Investasi Pemerintah jauh lebih rendah dibandingkan perbankan sehingga relatif terjangkau bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

Ia menyampaikan “Bunga dari PIP itu bisa 2 persen, bisa 3 persen, maksimum 4 persen. Jadi, bunganya murah karena memang tujuannya adalah untuk membantu masyarakat, bukan bunga komersial,” ujar Suahasil.

Penulis :
Ahmad Yusuf