
Pantau - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan kenaikan lifting minyak pada 2025 mencapai target APBN sebesar 605 ribu barel per hari dan menyebut capaian tersebut merupakan fakta, bukan sekadar omon-omon.
Pernyataan itu disampaikan Bahlil dalam acara Strategi Swasembada Energi 2026: Hilirisasi, Transisi, dan Investasi yang digelar di Jakarta.
“Dengan ramuan pertama pada tahun pertama, alhamdulillah lifting kita di 2025 mencapai target APBN sebesar 605 ribu barel per hari. Jadi, ini fakta, bukan omon-omon,” ujar Bahlil.
Ia menjelaskan kenaikan lifting minyak terjadi karena strategi yang telah direalisasikan pemerintah melalui optimalisasi produksi dengan teknologi serta reaktivasi sumur-sumur tua.
Bahlil juga menekankan pentingnya komunikasi intensif antara pemerintah dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) atau perusahaan pengelola blok migas untuk mendorong peningkatan produksi.
Peningkatan Produksi Blok Cepu
Bahlil mencontohkan peningkatan lifting minyak di Blok Cepu, Jawa Timur, sebagai hasil komunikasi yang dilakukan pemerintah dengan ExxonMobil.
Pada 2024, produksi Exxon di Blok Cepu berada di angka 150 ribu barel per hari sebelum kemudian ditingkatkan pada 2025 melalui percepatan pengeboran tujuh sumur di Bojonegoro.
Percepatan tersebut membuat realisasi produksi maju menjadi semester I 2025 atau 10 bulan lebih cepat dari jadwal semula.
Sebelum penambahan sumur, Lapangan Banyu Urip di Blok Cepu memproduksi 150 ribu barel per hari dan meningkat menjadi 180 ribu barel per hari atau sekitar 25 persen dari lifting minyak nasional.
“Dengan komunikasi yang baik, dengan win-win (solution), lifting mereka dari 150 ribu (barel per hari) sekarang sudah bisa mencapai puncaknya itu 180 ribu barel per hari. Rata-rata mereka itu di 175 ribu barel per hari,” ucap Bahlil.
Data Lifting dan Sorotan DPR
Bahlil kembali menegaskan bahwa tidak ditemukannya sumur besar baru bukan berarti lifting minyak tidak dapat ditingkatkan.
“Kok ada salah satu anggota DPR dan salah satu menteri mengatakan bagaimana mungkin lifting naik sementara sumur besar belum ada? Dia lupa kalau kita itu komunikasi terus dengan KKKS,” ujar Bahlil.
Berdasarkan data Kementerian ESDM, rata-rata lifting minyak bumi sepanjang 2025 termasuk Natural Gas Liquid (NGL) mencapai 605,3 ribu barel per hari atau melampaui target APBN 2025 sebesar 605 ribu barel per hari.
Tanpa memasukkan NGL, lifting minyak pada 2025 tercatat sebesar 581,6 ribu barel per hari.
Pada 2024, capaian lifting minyak mentah berada di angka 579,3 ribu barel per hari.
Anggota Komisi XII DPR RI Cornelis menyoroti pernyataan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto terkait kenaikan lifting migas 2025 yang disebut menjadi yang pertama setelah bertahun-tahun sebelumnya selalu mengalami penurunan.
Cornelis mengaku bingung terhadap perbedaan data lifting migas yang disampaikan pemerintah serta membandingkannya dengan pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang sebelumnya menyebut lifting migas hanya dapat meningkat melalui penambahan sumur baru.
- Penulis :
- Shila Glorya







