Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Pemerintah Serius Tangkap Peluang Industri Semikonduktor sebagai Sektor Bernilai Tinggi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pemerintah Serius Tangkap Peluang Industri Semikonduktor sebagai Sektor Bernilai Tinggi
Foto: (Sumber: Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (tengah) meninjau fasilitas dan hasil riset terkait pengembangan desain chip serta komponen pendukung semikonduktor, sekaligus berdialog dengan para pelaku dan pakar di bidang semikonduktor dalam rangka penguatan ekosistem semikonduktor nasional pada Indonesia Semiconductor Summit (ISS) 2026 di Bandung, Kamis (29/1/2026). ANTARA/HO-Kemenperin..)

Pantau - Pemerintah Indonesia semakin serius menangkap peluang industri semikonduktor sebagai sektor strategis bernilai tinggi yang diproyeksikan menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan chip global.

Pemerintah menegaskan tidak ingin Indonesia hanya menjadi pasar produk elektronik dunia, melainkan berperan dalam rantai nilai global atau global value chain industri semikonduktor.

Kementerian Perindustrian menyatakan komitmen memperkuat industri berbasis teknologi tinggi termasuk semikonduktor sebagai fondasi transformasi industri dan kemandirian teknologi nasional.

Industri semikonduktor dipandang sebagai tulang punggung sektor elektronika, otomotif, telekomunikasi, energi, hingga transformasi digital yang berkembang pesat.

Tanpa penguasaan teknologi semikonduktor, daya saing industri nasional dinilai sulit meningkat ke level lebih tinggi.

Kebutuhan dalam negeri terhadap chip sangat besar dengan produksi ponsel nasional sekitar 30 hingga 60 juta unit per tahun dan target kebutuhan laptop 1,57 juta unit pada 2026 yang seluruhnya memerlukan semikonduktor.

Di sektor otomotif, produksi kendaraan bermotor Indonesia pada 2025 tercatat 803.867 unit termasuk kendaraan listrik dan hybrid yang membutuhkan kandungan semikonduktor hingga tiga kali lebih besar dibanding kendaraan konvensional.

Berdasarkan data GlobalData, nilai pasar semikonduktor dunia meningkat 23 persen dari 407,9 miliar dolar AS pada 2017 menjadi 501,3 miliar dolar AS pada 2021.

Permintaan semikonduktor diproyeksikan terus meningkat seiring percepatan elektrifikasi, digitalisasi, dan pengembangan kecerdasan buatan.

Di sisi lain, Indonesia masih menghadapi tantangan berupa ketergantungan impor semikonduktor yang nilainya melonjak dari 2,33 miliar dolar AS pada 2020 menjadi 4,87 miliar dolar AS pada periode Januari hingga November 2025.

Lonjakan impor tersebut menjadi peringatan bahwa tanpa penguatan ekosistem dalam negeri, Indonesia berpotensi tetap rentan dalam rantai pasok global.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan pengembangan ekosistem semikonduktor nasional bukan wacana baru.

Kemenperin telah mengambil inisiatif pengembangan desain chip sejak 2019 dan melanjutkannya dalam ajang Hannover Messe 2023 di Jerman.

Fokus awal penguatan industri semikonduktor nasional diarahkan pada pengembangan desain chip sebagai pintu masuk strategis dalam rantai nilai industri semikonduktor global.

Penulis :
Ahmad Yusuf