
Pantau - Pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif menjajaki kolaborasi berbasis pendekatan hexahelix dengan Indonesian Association of British Alumni untuk memperluas jejaring serta pengembangan pasar ekonomi kreatif hingga tingkat global.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyampaikan pemerintah tengah mencari potensi Intellectual Property di daerah untuk didorong naik kelas agar mampu bersaing di panggung internasional.
Ia menegaskan visi mendorong talenta lokal menjadi juara nasional dan selanjutnya kompetitif di tingkat global melalui penguatan ekosistem ekonomi kreatif.
Sinergi Ekraf dan Penguatan SDM
Kementerian Ekraf memiliki sejumlah klaster program termasuk Sinergi Ekraf yang menggandeng sekitar 60 mitra strategis.
Kemitraan tersebut diarahkan pada hilirisasi program ke asosiasi dan komunitas, kolaborasi dengan pemerintah daerah, serta kerja sama dengan lembaga seperti IABA.
Pemerintah menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan talenta kreatif sebagai misi utama dalam pengembangan sektor ini.
Peran IABA Perkuat Kolaborasi Internasional
Ketua Umum IABA Triono Junoasmono menyebut sekitar 3.000 pelajar Indonesia lulus setiap tahun dari berbagai institusi pendidikan di Inggris dengan latar belakang keahlian beragam.
IABA berkomitmen berkontribusi bagi negeri serta melihat sektor ekonomi kreatif sebagai ruang kolaborasi strategis.
Sebagai organisasi resmi alumni pendidikan Inggris Raya di Indonesia, IABA berperan sebagai jembatan kerja sama akademik dan budaya Indonesia–Inggris, katalisator inovasi, serta penghubung jejaring profesional dan kolaborasi internasional.
Pemerintah berharap kolaborasi ini memperkuat pengembangan talenta, memperluas akses pasar, dan mendorong pelaku ekonomi kreatif Indonesia semakin kompetitif secara global.
- Penulis :
- Gerry Eka








