Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

KAI Perkuat Sarana dan Prasarana KRL Jabodetabek untuk Antisipasi Lonjakan Penumpang hingga 2030

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

KAI Perkuat Sarana dan Prasarana KRL Jabodetabek untuk Antisipasi Lonjakan Penumpang hingga 2030
Foto: (Sumber: PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperkuat sarana dan prasarana layanan KRL Commuter Line Jabodetabek. ANTARA/HO-KAI.)

Pantau - PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperkuat sarana dan prasarana KRL Commuter Line Jabodetabek guna mendukung mobilitas urban di kawasan aglomerasi Jakarta sebagai pusat aktivitas ekonomi nasional.

Langkah tersebut diambil seiring proyeksi peningkatan jumlah penumpang dari sekitar 339 juta pada 2025 menjadi 437 juta pada 2030 dengan volume harian diperkirakan mencapai 2 juta penumpang.

"Seiring pertumbuhan jumlah komuter lintas kota yang konsisten meningkat, penguatan sarana dan prasarana menjadi langkah strategis untuk memastikan kapasitas dan keselamatan layanan tetap terjaga." kata Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin.

"Setiap hari, KRL melayani lebih dari satu juta masyarakat Jabodetabek. Selain sebagai layanan transportasi, tetapi infrastruktur produktivitas kota dan penggerak utama aktivitas ekonomi kawasan." ujarnya.

Saat ini telah beroperasi 11 trainset baru produksi CRRC dan 4 trainset produksi PT Industri Kereta Api (Persero).

KAI juga menandatangani kontrak pengadaan 16 trainset atau 192 unit KRL produksi PT INKA senilai Rp3,85 triliun dengan 11 rangkaian ditargetkan mulai beroperasi pada 2026.

Total KRL yang dioperasikan mencapai 1.088 unit dengan sebagian besar telah berusia di atas 30 tahun dan memasuki masa konservasi.

"Kami memastikan pengadaan sarana dilakukan melalui berbagai pendekatan pendanaan, baik dukungan pemerintah maupun investasi perusahaan, agar kapasitas layanan terus bertumbuh sejalan dengan kebutuhan mobilitas urban." kata Bobby.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyampaikan kesiapan dukungan pendanaan hingga Rp5 triliun saat peresmian Stasiun Tanah Abang Baru pada 4 November 2025.

"Kami melihat dukungan ini sebagai komitmen kuat negara dalam memperkuat transportasi publik. Targetnya adalah kapasitas meningkat, kepadatan berkurang, dan masyarakat memperoleh layanan yang semakin andal." tambahnya.

KAI melakukan modernisasi lintas Rangkasbitung serta penguatan kapasitas kelistrikan lintas Manggarai-Bogor dan Manggarai-Bekasi.

Langkah lain meliputi pembaruan sistem operasi untuk meningkatkan ketepatan waktu dan frekuensi perjalanan serta penguatan integrasi layanan di simpul transportasi utama.

Elektrifikasi lintas KRL telah mencapai 474,942 kilometer sejak 2017 hingga 2018 mencakup Bogor Line, Bekasi Line, Serpong Line, Tangerang Line, dan Tanjung Priok Line.

"Sarana baru harus ditopang sistem kelistrikan, persinyalan, dan stasiun yang siap menghadapi pertumbuhan penumpang. Modernisasi prasarana menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas dan kualitas layanan." tegas Bobby.

Penulis :
Gerry Eka