Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Bapanas Percepat SPHP Beras dan Jagung untuk Jaga Harga Jelang Ramadhan–Idul Fitri 2026

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Bapanas Percepat SPHP Beras dan Jagung untuk Jaga Harga Jelang Ramadhan–Idul Fitri 2026
Foto: (Sumber: Arsip foto - Sejumlah beras program SPHP yang dijual pedagang di Pasar Rawamangun di Jakarta, Rabu (24/12/2025). ANTARA/Harianto.)

Pantau - Badan Pangan Nasional mempercepat penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan untuk beras dan jagung guna menjaga stabilitas harga serta melindungi daya beli masyarakat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026.

Intervensi dilakukan pada komoditas strategis agar tidak terjadi lonjakan harga terutama di daerah defisit dengan penyaluran selektif dan tidak dilakukan di wilayah yang sedang panen.

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas Maino Dwi Hartono menyampaikan program SPHP beras akan kembali dijalankan pada Maret 2026 bertepatan dengan periode Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

SPHP beras tahun 2026 dialokasikan anggaran sebesar Rp4,97 triliun dengan volume subsidi mencapai 828 ribu ton guna menjaga harga tetap terjangkau.

Untuk SPHP jagung pakan dialokasikan anggaran Rp678 miliar dengan target penyaluran 242 ribu ton atau meningkat hampir lima kali lipat dibanding realisasi 2025 sebesar 51,2 ribu ton.

Program jagung pakan menyasar peternak ayam ras petelur agar harga pakan lebih terjangkau sehingga harga telur dan daging ayam tetap stabil.

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak ingin terjadi kenaikan harga saat hari besar keagamaan.

"Target pemerintah itu adalah konsumen. Apalagi Idul Fitri dan Ramadhan, masyarakat harus menikmati harga yang baik. Tidak boleh harga naik." tegasnya.

Pemerintah menjadikan pengalaman pengendalian harga pada periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026 sebagai acuan untuk menjaga stabilitas pasokan dan distribusi pangan selama Ramadhan dan Idul Fitri 2026.

Penulis :
Gerry Eka