Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Booth Kementerian Transmigrasi di Inacraft 2026 Raup Rp154 Juta dan Tarik Ribuan Pengunjung

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Booth Kementerian Transmigrasi di Inacraft 2026 Raup Rp154 Juta dan Tarik Ribuan Pengunjung
Foto: Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengunjungi booth pameran Kementerian Transmigrasi di ajang Inacraft 2026 pada Sabtu 7/2/2026 (sumber: Kementerian Transmigrasi)

Pantau - Kementerian Transmigrasi membuka booth pameran pada ajang Inacraft 2026 untuk memfasilitasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah binaan di kawasan transmigrasi, dengan capaian 3.724 pengunjung dan total penjualan mencapai Rp154 juta selama pameran berlangsung pada 4-8 Februari 2026.

Direktur Promosi dan Pemasaran Produk Unggulan Transmigrasi Kementrans Widarjanto menyampaikan bahwa capaian tersebut menunjukkan produk unggulan kawasan transmigrasi memiliki daya tarik kuat dan mampu bersaing di pasar nasional hingga berpotensi menembus pasar global.

“Keikutsertaan ini bukan sekadar memamerkan produk, tetapi membuka akses pasar yang lebih luas dan mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli serta mitra potensial. Ini bagian dari strategi memperkuat daya saing produk unggulan transmigrasi,” ujar Widarjanto.

Keikutsertaan dalam Inacraft 2026 menjadi langkah konkret Kementrans dalam memperluas akses pasar bagi UMKM transmigrasi sekaligus memperkuat ekosistem usaha masyarakat transmigran.

Kegiatan ini merupakan implementasi Peraturan Menteri Transmigrasi Nomor 8 Tahun 2025 tentang Transformasi Transmigrasi melalui penguatan program Trans Karya Nusa dengan fokus pada promosi dan pemasaran hasil industri olahan komoditas lokal.

Produk Unggulan dari Berbagai Daerah Transmigrasi

Booth Kementrans menampilkan lima produk unggulan kawasan transmigrasi yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Produk tersebut meliputi kain tenun ikat dari Melolo, Sumba Timur, ecoprint dan sasirangan dari Barito Kuala, Kalimantan Selatan, kerajinan aksesoris dari Mesuji, Lampung, anyaman purun dari Kapuas, Kalimantan Tengah, serta batik dari Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Yuswanti Atandau sebagai pelaku usaha tenun ikat dari Melolo mengaku bangga dapat menjual langsung produknya di pameran skala internasional tersebut.

“Saya berterima kasih bisa ke Jakarta dan ikut pameran dengan membawa tenun Sumba Timur,” ucapnya.

Konsep Interaktif Tarik Minat Pengunjung

Booth Kementerian Transmigrasi hadir dengan konsep tematik dan interaktif yang memberikan pengalaman langsung kepada pengunjung.

Pengunjung diberi kesempatan untuk belajar membatik dan menganyam daun purun serta mengenal bahan pewarna alami dari akar, batang, kulit, dan daun.

Selain itu, pengunjung dapat mencoba membuat aksesori dari tembaga dan batu alam serta memanfaatkan fasilitas photobooth dengan latar kain kreasi unggulan pelaku UMKM kawasan transmigrasi.

Salah satu pengunjung bernama Adis mengapresiasi kegiatan interaktif tersebut yang dinilai menyenangkan dan edukatif.

“Aku nggak pernah tahu kalau membatik itu ternyata sesulit itu, benar-benar harus hati-hati. Jadi ini bagus sekali dan kita jadi tahu kenapa harga batik itu mahal,” katanya.

Pengunjung lainnya, Yunil Endrik, menilai aktivitas interaktif tersebut bermanfaat bagi generasi muda untuk menyalurkan hobi atau menjadi inspirasi usaha.

“Dan sekarang kan batik juga tidak kaku seperti dulu, bisa diaplikasikan di topi, jaket dan banyak lagi yang lain,” tuturnya.

Penulis :
Leon Weldrick