
Pantau - Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Wahyu Dewanto mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah khususnya penjual takjil selama Ramadhan untuk memperkuat transaksi berbasis digital guna memudahkan pembeli yang semakin terbiasa menggunakan metode pembayaran nontunai.
Dorongan tersebut disampaikan Wahyu dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, seiring meningkatnya penggunaan sistem pembayaran digital di ibu kota.
“Secara umum, digitalisasi UMKM sudah menjadi perhatian. Masyarakat sudah mulai terbiasa memanfaatkan sistem transaksi digital. Apalagi, transaksi nontunai semakin lazim dalam aktivitas jual beli sehari-hari,” ujarnya.
Menurut Wahyu, penguatan transaksi digital dapat membantu pelaku UMKM takjil memanfaatkan momentum Ramadhan sebagai peluang untuk berkembang sekaligus beradaptasi dengan pola perdagangan modern.
Ia menilai keberadaan UMKM takjil memiliki peran penting dalam menjaga perputaran ekonomi selama Ramadhan karena masyarakat kerap menyerbu pedagang makanan dan minuman untuk berbuka puasa.
Wahyu menegaskan para pelaku usaha kecil perlu memanfaatkan momentum Ramadhan secara optimal agar usaha musiman tersebut berjalan baik.
“Pada dasarnya, hal ini sudah menjadi tradisi. Mudah-mudahan, usaha musiman ini bisa berjalan dengan baik,” katanya.
Berdasarkan data Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta, jumlah pengguna QRIS pada 2025 mencapai 6,1 juta atau meningkat 3,87 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 5,9 juta pengguna.
Jumlah merchant yang menggunakan QRIS juga meningkat 13,90 persen dari 5,7 juta menjadi 6,5 juta pada 2025.
Pelaku UMKM mendominasi penggunaan QRIS di Jakarta dengan persentase mencapai 75,22 persen.
- Penulis :
- Gerry Eka








