
Pantau - Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat produksi modeling tambak budi daya udang berbasis kawasan di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, melonjak menjadi 358,97 ton sepanjang 2025.
Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP Tb Haeru Rahayu mengatakan peningkatan tersebut menunjukkan efektivitas sistem budi daya berbasis kawasan yang diterapkan pemerintah.
Ia menyatakan, "Transisi pengelolaan berjalan baik dan tidak menghentikan aktivitas produksi. Justru operasional tambak terus diperkuat agar semakin optimal,".
Sebelumnya produksi BUBK Kebumen tercatat 200,19 ton pada 2023 dan 193,29 ton pada 2024.
Memasuki awal 2026, KKP melalui Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau Jepara kembali menebar benur udang vaname sebagai tanda dimulainya siklus budi daya ketujuh.
Pengelolaan BUBK Kebumen dialihkan dari BLUPPB Karawang ke BBPBAP Jepara untuk menjaga efisiensi dan kesinambungan produksi.
Peralihan dilakukan karena BLUPPB Karawang mendapat tambahan tugas mengelola modeling budi daya ikan nila salin yang diperluas hingga 314 hektare.
KKP memastikan seluruh proses budi daya di Kebumen menerapkan prinsip Cara Budi Daya Ikan yang Baik sehingga produk udang bebas residu antibiotik.
Haeru mengatakan, "Dengan penerapan CBIB sesuai standar, kami optimistis produksi dan produktivitas BUBK Kebumen akan terus meningkat,".
Kawasan BUBK Kebumen mengelola lahan sekitar 65 hektare dengan 23,5 hektare merupakan lahan produksi aktif yang terbagi dalam 16 klaster.
Operasional kawasan ini berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah melalui retribusi tempat pelelangan ikan yang pada 2024 tercatat Rp259 juta dan meningkat menjadi Rp489 juta pada 2025.
Selain itu BUBK Kebumen menyerap 142 tenaga kerja tetap lokal dan lebih dari 100 tenaga harian lepas serta mendorong pertumbuhan usaha pendukung di sekitar kawasan tambak.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sebelumnya menyatakan BUBK Kebumen merupakan bagian dari implementasi program ekonomi biru sebagai percontohan budi daya udang yang menyeimbangkan aspek ekologi, ekonomi, dan sosial.
- Penulis :
- Aditya Yohan







