Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Kepala BRIN Ajak Industri Kolaborasi Manfaatkan Riset Dalam Negeri untuk Percepat Hilirisasi

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kepala BRIN Ajak Industri Kolaborasi Manfaatkan Riset Dalam Negeri untuk Percepat Hilirisasi
Foto: (Sumber : Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria dalam kegiatan BRIN Goes to Industry di Jakarta, Kamis (26/2/2026). ANTARA/Sean Filo Muhamad..)

Pantau - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengajak mitra industri memanfaatkan hasil riset dalam negeri guna meningkatkan inovasi dan mempercepat hilirisasi di Indonesia.

Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan BRIN Goes to Industry yang digelar di Jakarta.

Arif menyoroti peran penting sektor swasta dalam mendorong kemajuan inovasi nasional.

"Swasta sebagai pelaku di pasar tentu paham betul kebutuhan-kebutuhan yang ada, paham betul bagaimana tingkat efisiensi, tingkat kelaikan ekonomi, kelaikan finansial, yang memang sangat satu dikuasai swasta dan kedua diperlukan dalam kerja sama ini," ujarnya.

Ia mengungkapkan adanya fenomena calon investor yang batal menanamkan modal di perusahaan dalam negeri karena belum mendapatkan validasi teknologi atas produk yang akan dipasarkan.

"Jadi, proses validasi itulah yang saya sebut sebagai inkubasi teknologi, karena ada teknologi yang mungkin harus disempurnakan, teknologi harus ditambah, teknologi harus semakin di-improve. Nah, di situlah peran BRIN menjadi sangat penting untuk bisa bersama-sama termasuk untuk memahami kebutuhan dari industri seperti apa," katanya.

Arif mengajak seluruh mitra industri untuk berkolaborasi dengan BRIN melalui berbagai skema, salah satunya melalui Rumah Inovasi Indonesia yang terbuka bagi siapa saja yang ingin bekerja sama.

Ia menekankan kolaborasi tersebut perlu dilakukan untuk mengakselerasi hilirisasi teknologi dan industri guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Jadi kita ini berharap bisa mempercepat proses pemanfaatan teknologi, hasil invensi yang ada di BRIN untuk dimanfaatkan oleh masyarakat, oleh industri, untuk kepentingan masyarakat, untuk kepentingan bisnis, maupun untuk kepentingan pemerintah," ujarnya.

Kegiatan BRIN Goes to Industry juga mencakup dialog bersama Kepala BRIN yang diikuti perwakilan dari 50 mitra industri.

Dalam dialog tersebut, mitra industri memberikan masukan terkait pengalaman kerja sama lisensi dengan BRIN, manfaat yang diperoleh, serta tantangan dalam proses pemanfaatan atau komersialisasi produk lisensi.

Penulis :
Aditya Yohan