Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Wamenperin Faisol Riza Nilai Perjanjian Dagang RI-AS Jadi Lompatan Besar Industrialisasi Nasional

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Wamenperin Faisol Riza Nilai Perjanjian Dagang RI-AS Jadi Lompatan Besar Industrialisasi Nasional
Foto: (Sumber : Arsip - Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza saat ditemui di Jakarta Selatan, Senin (29/9/2025). ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira.)

Pantau - Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza memandang perjanjian dagang resiprokal antara Republik Indonesia dan Amerika Serikat sebagai lompatan besar bagi industrialisasi nasional.

Ia menilai kesepakatan tersebut membuka peluang percepatan hilirisasi mineral nasional yang selama ini terkendala investasi, teknologi, dan akses pasar.

Ia menyatakan, "Selama ini hilirisasi mineral kita masih menghadapi banyak tantangan. Dengan adanya perjanjian dagang Indonesia – Amerika Serikat, hilirisasi pasir silika sebagai bahan utama produksi chip atau semikonduktor berpeluang direalisasikan di dalam negeri. Ini lompatan besar bagi industrialisasi Indonesia.", ungkapnya.

Menurutnya, pasir silika merupakan salah satu bahan baku penting dalam industri semikonduktor global.

Melalui kerja sama tersebut, Indonesia berpotensi menjadi pemasok bagi perusahaan semikonduktor berbasis di Amerika Serikat sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.

Perkuat Posisi Indonesia dalam Perdagangan Global

Faisol menegaskan perjanjian dagang RI-AS merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan global.

Ia memastikan kesepakatan tersebut tidak membunuh industri nasional terutama industri kecil dan menengah karena pemerintah tidak menempatkan produk dalam negeri pada persaingan langsung dengan produk Amerika Serikat di pasar domestik.

Sebanyak 1.819 produk Indonesia mendapatkan fasilitas tarif nol persen ke pasar Amerika Serikat yang sebelumnya dikenakan tarif antara 8 hingga 12 persen.

Ia menyatakan, "Kelompok industri tekstil, furnitur kayu, karet, serta berbagai produk IKM justru sangat diuntungkan. Ini peluang besar untuk ekspansi ekspor dan penciptaan lapangan kerja.", ujarnya.

Ditandatangani Prabowo dan Trump

Faisol menekankan strategi Presiden Prabowo Subianto dalam perjanjian ini mencerminkan politik dagang berimbang dengan membuka akses pasar Amerika Serikat sekaligus menjaga kepentingan industri dalam negeri.

Ia menyatakan, "Ini bukan sekadar perjanjian dagang biasa. Ini bagian dari strategi besar menjadikan Indonesia pemain penting dalam rantai pasok global, termasuk industri teknologi tinggi seperti semikonduktor. Kita harus melihatnya sebagai peluang, bukan ancaman.", tegasnya.

Pada 19 Februari 2026, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perjanjian dagang resiprokal yang menetapkan besaran tarif serta pengecualian tarif bagi produk Indonesia.

Perjanjian tersebut akan berlaku 90 hari setelah kedua negara memberikan keterangan tertulis bahwa seluruh prosedur hukum di masing-masing negara telah selesai dilakukan dan dapat dievaluasi serta diubah sewaktu-waktu berdasarkan permohonan dan persetujuan tertulis dari masing-masing pihak.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Aditya Yohan