Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Kinerja ITMG pada 2025 Tertekan Penurunan Harga Batu Bara, Laba Bersih Turun 48,96 Persen

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Kinerja ITMG pada 2025 Tertekan Penurunan Harga Batu Bara, Laba Bersih Turun 48,96 Persen
Foto: PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITM) menjalankan bisnis utama di bidang operasi pertambangan batubara dan penjualan batubara

Pantau - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 190,94 juta dolar AS pada 2025 atau turun 48,96 persen secara tahunan dibandingkan 2024 sebesar 374,12 juta dolar AS.

Perusahaan yang menjalankan bisnis utama di bidang operasi pertambangan dan penjualan batu bara tersebut juga membukukan pendapatan sebesar 1.881 juta dolar AS pada 2025.

Pendapatan itu turun 18 persen secara tahunan dibandingkan 2024 yang sebesar 2.304 juta dolar AS.

Presiden Direktur ITMG Mulianto menyampaikan, "Pendapatan yang lebih rendah tersebut terutama disebabkan oleh penurunan Average Selling Price (ASP) sebesar 20 persen sejalan dengan penurunan harga acuan batu bara,".

Sepanjang 2025, volume penjualan batu bara mencapai 24,7 juta ton atau meningkat 3 persen secara tahunan dibandingkan 2024 sebesar 24,0 juta ton.

Beban dan Royalti Turut Menurun

Beban pokok pendapatan ITMG pada 2025 tercatat sebesar 1.398 juta dolar AS atau turun 13 persen dibandingkan 2024 sebesar 1.606 juta dolar AS.

Mulianto mengungkapkan, "Beban pokok pendapatan turun seiring penurunan beberapa biaya seperti biaya penambangan, penyusutan aset tetap, serta bahan bakar dan minyak,".

Beban penjualan pada 2025 tercatat sebesar 171 juta dolar AS atau turun 4 persen secara tahunan.

Beban umum dan administrasi tercatat sebesar 45 juta dolar AS atau meningkat 21 persen secara tahunan.

Total beban operasional perseroan pada 2025 tercatat sebesar 216 juta dolar AS.

Beban pajak penghasilan tercatat sebesar 93 juta dolar AS atau turun 22 persen dibandingkan 2024 sebesar 119 juta dolar AS.

Royalti pada 2025 tercatat sebesar 220 juta dolar AS atau menurun 15 persen secara tahunan sejalan dengan ASP yang lebih rendah.

RUPS Setujui Buyback Saham

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 3 November 2025, pemegang saham menyetujui program pembelian kembali saham selama satu tahun.

Jumlah maksimal pembelian kembali saham ditetapkan hingga 113 juta lembar saham atau 10 persen dari total saham beredar dengan alokasi dana maksimal sebesar Rp2,5 triliun.

Hingga 31 Desember 2025, perseroan telah melakukan buyback sebanyak 6 juta lembar saham atau setara 0,5 persen dari total saham beredar.

Mulianto menyatakan, "Program ini mencerminkan keyakinan terhadap nilai fundamental dan prospek jangka panjang perusahaan, serta bertujuan untuk memberikan imbal hasil yang lebih baik bagi pemegang saham,".

Per 31 Desember 2025, total aset perseroan tercatat sebesar 2.406 juta dolar AS dengan kas dan setara kas sebesar 808 juta dolar AS atau mewakili 34 persen dari total aset.

Total liabilitas pada 2025 tercatat sebesar 498 juta dolar AS dan total ekuitas sebesar 1.908 juta dolar AS.

Penulis :
Arian Mesa