Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

BTN Berikan Relaksasi Kredit kepada 2.718 Debitur Korban Bencana di Sumatera Barat

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BTN Berikan Relaksasi Kredit kepada 2.718 Debitur Korban Bencana di Sumatera Barat
Foto: (Sumber : Sofia Risa salah seorang nasabah sekaligus penyintas banjir bandang kembali memulai usaha warung miliknya usai terdampak bencana di Kota Padang, Sumatera Barat. ANTARA/Muhammad Zulfikar..)

Pantau - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk memberikan relaksasi kredit kepada 2.718 debitur yang terdampak bencana banjir bandang di wilayah Sumatera Barat sebagai bentuk keberpihakan kepada nasabah korban bencana.

Kepala Cabang BTN Kota Padang Sudaryanto menjelaskan bahwa relaksasi tersebut diberikan dalam bentuk restrukturisasi kredit berupa penundaan pembayaran kredit.

"Relaksasi diberikan dalam bentuk restrukturisasi kredit yaitu penundaan pembayaran kredit ke debitur yang terdampak bencana," kata Sudaryanto.

Ia menjelaskan bahwa kebijakan tersebut diberikan kepada debitur yang mengalami kesulitan keuangan setelah bencana banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025.

Sudaryanto menegaskan bahwa relaksasi kredit tidak diberikan berdasarkan tingkat kerusakan rumah yang ditempati debitur.

"Kebijakan ini kami berikan selama satu tahun. Setelah restrukturisasi kredit berakhir, maka debitur akan kembali membayar angsuran seperti sedia kala," ujar Sudaryanto.

Ribuan Rumah Terdampak Banjir Bandang

Sudaryanto menyampaikan bahwa perumahan yang terdampak bencana berada di beberapa wilayah di Sumatera Barat.

Wilayah tersebut meliputi Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kabupaten Solok.

Total outstanding kredit dari perumahan yang terdampak mencapai Rp233 miliar.

Beberapa perumahan yang paling terdampak di antaranya Perumahan Abi Lubuk Minturun.

Selain itu terdapat Perumahan Hanshela dan Perumahan Banda Cino.

BTN Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana

BTN juga bergerak cepat dalam memberikan bantuan langsung kepada warga di perumahan yang terdampak bencana.

Bantuan tersebut disalurkan melalui Pemerintah Provinsi Sumatera Barat serta pemerintah kabupaten dan kota.

Penyaluran bantuan dilakukan untuk wilayah Padang, Pariaman, Solok, Agam, dan Tanah Datar.

Selain melalui pemerintah daerah, bantuan juga disalurkan melalui sejumlah lembaga pendidikan.

Beberapa lembaga pendidikan yang menerima bantuan tersebut antara lain Universitas Negeri Padang dan Universitas Andalas.

Bantuan juga disalurkan melalui beberapa kampus swasta di Kota Padang.

Salah satu nasabah BTN Kota Padang sekaligus penyintas banjir bandang Sofia Risa menyampaikan bahwa dirinya mendapatkan bantuan berupa penundaan pembayaran cicilan rumah subsidi.

"Alhamdulillah, ada penundaan pembayaran cicilan rumah selama satu tahun," kata Sofia Risa.

Ia menjelaskan bahwa kebijakan relaksasi tersebut membuat dirinya dan suaminya dapat fokus memperbaiki usaha warung yang terdampak banjir bandang.

Selain itu mereka juga dapat mempersiapkan biaya pendidikan bagi kedua anaknya.

Penulis :
Aditya Yohan