HOME  ⁄  Ekonomi

Stok Beras Melonjak 222 Persen, Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan RI Semakin Kuat Hadapi El Nino

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Stok Beras Melonjak 222 Persen, Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan RI Semakin Kuat Hadapi El Nino
Foto: (Sumber : Dokumentasi - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kiri) saat berdiskusi dengan mahasiswa dalam kunjungannya ke Gudang Bulog Banjar Kemantren di Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (19/4/2026). ANTARA/HO-Kementan.)

Pantau - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan stok cadangan beras pemerintah (CBP) meningkat 222 persen dalam dua tahun terakhir, dari 1,52 juta ton pada September 2023 menjadi 4,9 juta ton pada pertengahan April 2026 di Jakarta, Selasa.

Stok Beras Capai Rekor Tertinggi

Amran mengungkapkan lonjakan stok tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia dan menunjukkan kesiapan pemerintah menghadapi potensi krisis pangan global serta dampak El Nino.

"Kala itu, stok CBP Indonesia berada di angka 1,52 juta ton pada September 2023. Hari ini stok CBP kita 4,9 juta ton mengalami kenaikan eksponensial hingga 222 persen," ujarnya.

Ia menambahkan stok beras nasional diproyeksikan segera menembus 5 juta ton dalam waktu dekat sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional.

"(Terkait) pangan, alhamdulillah di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo, hari ini stok cadangan beras kita tertinggi sepanjang Republik Indonesia. 4,9 juta ton dan insya Allah hari Kamis nanti sudah 5 juta ton," katanya.

Antisipasi El Nino dan Setop Impor

Menurut Amran, peningkatan stok CBP juga menjadi langkah antisipasi menghadapi fenomena El Nino yang berpotensi berlangsung hingga enam bulan.

"El Nino kita sudah hitung. El Nino sekarang ada Godzilla, itu enam bulan. Kita sudah pengalaman, sudah dua kali El Nino. Jadi insya Allah aman," ungkapnya.

Ia menjelaskan keberhasilan peningkatan stok turut didukung oleh produksi dalam negeri yang meningkat, sehingga Indonesia mulai menghentikan impor beras sejak 2025.

Berdasarkan laporan Rice Outlook April 2026 dari United States Department of Agriculture (USDA), Indonesia mencatat penurunan impor beras sebesar 3,8 juta ton pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai tukar petani (NTP) tanpa perikanan konsisten berada di atas 120 sejak Juli 2024, bahkan mencapai 126,11 pada Desember 2025 dan Februari 2026, yang menjadi level tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.

Peningkatan indikator tersebut menunjukkan dampak positif kebijakan swasembada pangan terhadap kesejahteraan petani dan stabilitas sektor pertanian nasional.

Penulis :
Ahmad Yusuf