Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

UKI: Kolaborasi Sektor Kesehatan dan Ekonomi Kunci Pertumbuhan Berkelanjutan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

UKI: Kolaborasi Sektor Kesehatan dan Ekonomi Kunci Pertumbuhan Berkelanjutan
Foto: (Sumber : Kuliah umum oleh sejumlah akademisi yang diselenggarakan oleh Badan Pekerja Senat Mahasiswa (BPSM) Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia (UKI) di Jakarta, Kamis (5/3/2026). (ANTARA/HO-Universitas Kristen Indonesia)..)

Pantau - Universitas Kristen Indonesia (UKI) Cawang, Jakarta Timur, menilai kolaborasi lintas sektor antara bidang kesehatan dan ekonomi menjadi kunci penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Akademisi Fakultas Vokasi UKI Jisman Lubis menyatakan sektor kesehatan dan ekonomi memiliki hubungan timbal balik yang saling memperkuat.

Ia mengatakan, "Kondisi kesehatan masyarakat yang baik akan meningkatkan produktivitas, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi,".

Menurut Jisman, kolaborasi transdisipliner dan lintas sektoral sangat penting untuk mengurangi kesenjangan sosial serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Pendekatan transdisipliner merupakan metode kolaboratif yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu akademik dengan pengetahuan non-akademis, seperti praktisi dan masyarakat, untuk memecahkan masalah kompleks di dunia nyata.

Pendekatan Preventif Dinilai Paling Efisien

Jisman menilai pendekatan preventif merupakan strategi ekonomi yang paling efisien dalam sektor kesehatan.

Ia mengatakan, "Pendekatan preventif menjadi strategi ekonomi yang paling efisien. Oleh karena itu, literasi kesehatan dan literasi ekonomi harus berjalan secara berdampingan,".

Saat ini cakupan kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah mencapai lebih dari 90 persen populasi Indonesia.

Belanja kesehatan nasional juga tercatat sekitar tiga persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Sementara itu data Badan Pusat Statistik menunjukkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia pada 2025 mencapai angka 76 yang mencerminkan adanya kemajuan dalam pembangunan kualitas hidup masyarakat.

Jisman menilai kolaborasi antara akademisi, pemangku kepentingan, dan pembuat kebijakan dapat memperluas akses layanan kesehatan primer.

Ia mengatakan, "Kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat meningkatkan akses layanan kesehatan primer dan menurunkan risiko kemiskinan akibat biaya kesehatan,".

Mahasiswa Didorong Jadi Agen Perubahan

Jisman juga menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai calon profesional masa depan.

Mahasiswa diharapkan mampu memfasilitasi kolaborasi lintas sektor dan menerapkan keterampilan praktis lintas disiplin dalam kehidupan nyata.

Ia mengatakan, "Mahasiswa diharapkan dapat langsung turun ke masyarakat, mengimplementasikan ilmu praktis applied science sehingga membantu masyarakat menghadapi permasalahan di era yang penuh ketidakpastian,".

Jisman menjelaskan tantangan global saat ini ditandai dengan kondisi VUCA yang mencakup volatilitas, ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas.

Selain itu dunia juga memasuki era BANI yang terdiri dari brittle, anxious, non-linear, dan incomprehensible, yang menggambarkan hubungan sebab-akibat yang semakin sulit dipahami.

Ia mengatakan, "Dalam situasi seperti ini, mahasiswa Fakultas Vokasi UKI harus mampu menyeimbangkan antara kesehatan dan ekonomi agar dapat menghadapi dinamika perubahan yang semakin kompleks,".

Sementara itu Dekan Fakultas Vokasi UKI Maksimus menekankan pentingnya pendekatan transdisiplin dalam menghadapi berbagai persoalan kompleks di tingkat lokal, regional, maupun global.

Ia mengatakan, "Pendekatan transdisiplin memiliki konsep integrasi untuk meningkatkan pemahaman masalah. Kita juga perlu memanfaatkan teknologi untuk mempermudah kehidupan manusia,".

Menurut Maksimus, pendekatan tersebut melibatkan berbagai disiplin ilmu serta aktor seperti akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan untuk menghasilkan pengetahuan yang kritis, informatif, dan aplikatif bagi masyarakat.

Ia mengatakan, "Karena itu, diperlukan dialog untuk menghubungkan dan meningkatkan saling pengertian antardisiplin,".

Kuliah umum tersebut diselenggarakan oleh Universitas Kristen Indonesia melalui Badan Pekerja Senat Mahasiswa Fakultas Vokasi UKI pada Kamis, 5 Maret 2026, di Ruang Seminar UKI Jakarta dengan tema "Transdisciplinary and Transcollaborative Synergies Between Health and Economics".

Penulis :
Ahmad Yusuf