
Pantau - Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menggandeng pelaku industri untuk membahas dukungan penguatan ekosistem kreator digital di Indonesia melalui kolaborasi dengan platform konten audio dan video digital NOICE.
Kolaborasi tersebut menyoroti upaya membuka ruang distribusi, monetisasi, serta pengembangan talenta bagi kreator lokal.
Riefky mengatakan, "Banyak kreator datang kepada kami dengan karya film atau konten yang ingin dipublikasikan, tetapi mereka belum tahu harus dibawa ke mana."
Ia juga menambahkan, "Di sinilah kolaborasi dengan platform seperti NOICE menjadi penting, karena karya-karya tersebut bisa direkomendasikan untuk dikurasi dan dipertemukan dengan ekosistem distribusi yang tepat."
Pernyataan tersebut disampaikan saat Menteri Ekraf menerima audiensi NOICE di Autograph Tower, Jakarta pada Jumat 6 Maret 2026.
Riefky menyebut pertemuan tersebut memperkuat kerja sama antara Kementerian Ekonomi Kreatif dan NOICE yang telah dibahas sejak tahun 2025.
Pertemuan tersebut juga membuka peluang yang lebih luas untuk mendorong pertumbuhan kreator digital lokal.
Dorong Distribusi dan Pengembangan Talenta Kreatif
Pemerintah menekankan pentingnya membuka jalur distribusi yang tepat bagi kreator film dan konten digital.
Kementerian Ekonomi Kreatif mendorong kolaborasi dengan berbagai platform digital agar karya kreator dapat tersalurkan secara optimal.
Kolaborasi tersebut juga bertujuan menghubungkan karya kreator dengan ekosistem distribusi yang lebih luas.
Selain itu Kementerian Ekraf juga membuka peluang melalui program penguatan talenta kreatif.
Salah satu program tersebut adalah program Emak-Emak Matic.
Program tersebut mendorong masyarakat terutama ibu rumah tangga untuk menjadi kreator konten dan pelaku ekonomi digital.
Pemerintah juga berupaya menghubungkan ekosistem kreator nasional.
Ekosistem tersebut meliputi komunitas serta asosiasi kreator konten.
Komunitas dan asosiasi tersebut dihubungkan dengan platform digital seperti NOICE.
Langkah tersebut bertujuan agar karya para kreator memiliki jalur distribusi dan monetisasi yang lebih luas.
Dukungan Pembiayaan dan Inovasi Monetisasi
Dukungan lain yang diberikan pemerintah adalah melalui pembiayaan.
Pelaku ekonomi kreatif yang memiliki karya berbasis kekayaan intelektual dapat memanfaatkan skema pembiayaan berbasis Intellectual Property.
Skema tersebut tersedia melalui Kredit Usaha Rakyat untuk mendukung produksi serta pengembangan konten digital.
Program pembiayaan tersebut juga disertai pendampingan dari Kementerian Ekraf dan mitra platform.
Chief Business Officer NOICE Niken Sasmaya menjelaskan bahwa NOICE terus mengembangkan ekosistem kreator melalui inovasi model monetisasi konten digital.
Platform tersebut telah mencatat lebih dari lima juta unduhan.
NOICE juga menghadirkan berbagai format konten seperti podcast, audio series, hingga film digital.
Menurut Niken, platform tersebut mengembangkan ekosistem fan economy.
Dalam sistem tersebut kreator dapat memonetisasi karya secara langsung kepada audiens.
Kreator juga dapat menentukan harga konten mereka sendiri.
Selain itu kreator dapat memanfaatkan fitur distribusi dan promosi yang tersedia di platform.
Niken mengatakan, "Kami ingin membantu kreator agar tidak hanya berkarya, tetapi juga mendapatkan penghasilan langsung dari audiens mereka."
Ia juga menambahkan, "Program afiliasi kami pun memungkinkan komunitas ikut mempromosikan konten kreator dan memperoleh komisi dari penjualan."
Audiensi tersebut diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara Kementerian Ekonomi Kreatif dan NOICE.
Kolaborasi tersebut ditujukan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem kreator digital di Indonesia.
- Penulis :
- Gerry Eka








