
Pantau - Dinas Perhubungan DKI Jakarta memastikan setiap pengemudi bus yang membawa penumpang mudik Lebaran 2026 di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, telah lolos tes kesehatan.
Pemeriksaan Kesehatan Wajib bagi Sopir Bus
Dishub DKI menegaskan sopir yang tidak memenuhi syarat kesehatan tidak diperkenankan mengemudikan bus untuk mengangkut pemudik.
Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Ujang Harmawan mengatakan, "Kalau memang hasil tes kesehatannya tidak memungkinkan, entah karena tekanan darah atau gula darah yang tinggi, tentu tidak diperkenankan."
Ia mengungkapkan, "Kemarin sempat ditemukan satu orang dan langsung diganti sopirnya."
Pemeriksaan tersebut dilakukan bersama tenaga medis dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk memastikan keselamatan penumpang selama perjalanan jarak jauh.
Pengecekan kesehatan meliputi kondisi fisik sopir, tekanan darah, kadar gula darah, serta faktor lain yang dapat memengaruhi konsentrasi saat berkendara.
Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan satu pengemudi yang tidak diizinkan mengemudi karena kondisi kesehatannya dinilai tidak layak untuk perjalanan jauh.
Sopir tersebut kemudian langsung digantikan oleh pengemudi lain guna menghindari risiko kecelakaan.
Fasilitas Istirahat Disiapkan untuk Sopir dan Penumpang
Selain tes kesehatan, pengelola terminal juga menyediakan fasilitas penginapan bagi sopir dan penumpang di Gedung A Terminal Terpadu Pulo Gebang.
Ujang mengatakan, "Di Gedung A ini, kita siapkan tempat penginapan bagi penumpang maupun driver yang mau beristirahat dengan tarif sekitar Rp15 ribu."
Ia menjelaskan Gedung B difungsikan sebagai area keberangkatan bus, Gedung A untuk layanan penumpang dan pengemudi termasuk penginapan, sedangkan Gedung C menjadi area kedatangan bus dan perkantoran pengelola terminal.
Dishub DKI berharap pemeriksaan kesehatan dan penyediaan tempat istirahat dapat membuat arus mudik berlangsung aman, nyaman, dan minim risiko kecelakaan.
Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli juga memantau kesiapan angkutan Lebaran 2026 di Terminal Terpadu Pulo Gebang pada Senin, 16 Maret 2026.
Yassierli mengatakan, "Kemenaker melakukan pengecekan kesiapan bagi para pengemudi."
Ia menambahkan, "Jadi, di sini dilakukan pengecekan kesehatan."
Menurut Yassierli, pengemudi yang kurang istirahat atau memiliki tekanan darah tinggi harus beristirahat terlebih dahulu atau diganti sopir cadangan.
Ia menuturkan, "Kalau kita bertemu pengemudi yang istirahatnya kurang, dia harus istirahat dulu atau diganti dengan pengemudi cadangan."
Dari pemeriksaan sementara, sebagian besar pengemudi dinyatakan layak mengemudi, namun sekitar sepertiga pengemudi disarankan beristirahat dan sekitar 10 persen tidak direkomendasikan mengemudi sehingga harus digantikan.
- Penulis :
- Aditya Yohan








