
Pantau - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan harga bawang hingga produk unggas di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, terpantau stabil dan terjangkau menjelang Lebaran 1447 Hijriah.
Peninjauan Harga dari Distributor hingga Pasar
Direktur Kewaspadaan Pangan Bapanas Nita Yulianis melakukan peninjauan bersama Satgas Saber Pangan DIY untuk memastikan kondisi harga pangan tetap terkendali.
Ia mengungkapkan, "Di Sleman, kami bersama-sama memastikan harga pangan, tidak hanya di pasar, tapi juga kami cek ke distributor. Untuk bawang pihak agen memastikan memberi harga yang wajar sehingga tidak ada alasan pedagang di pasar menaikkan harga berlebihan bagi masyarakat."
Peninjauan dilakukan mulai dari agen distributor hingga pedagang pengecer di pasar sebagai bagian dari pengawasan kolaboratif pemerintah menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Hasil kunjungan ke Agen Bawang Tajem menunjukkan harga bawang merah dari distributor ke pedagang berkisar Rp35.000 hingga Rp36.000 per kilogram.
Harga bawang putih dari distributor untuk pedagang pengecer tercatat sebesar Rp24.300 per kilogram.
Tim Satgas kemudian melakukan pengecekan langsung ke Pasar Pakem Sleman untuk memastikan harga di tingkat konsumen tetap sesuai ketentuan.
Pedagang di Pasar Pakem diketahui menjual bawang sesuai Harga Acuan Penjualan dengan harga bawang merah paling tinggi Rp40.000 per kilogram.
Sementara itu, harga bawang putih di pasar mencapai Rp35.000 per kilogram.
Selain komoditas bawang, pengecekan juga dilakukan terhadap produk unggas seperti daging ayam ras dan telur ayam.
Harga daging ayam ras di Pasar Pakem berada pada Rp40.000 per kilogram sesuai koridor HAP.
Harga ayam hidup tercatat berada di kisaran Rp27.000 hingga Rp28.000 per kilogram.
Harga telur ayam berada di rentang Rp29.000 hingga Rp30.000 per kilogram.
Stok Pangan Nasional Dipastikan Surplus
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan kondisi komoditas pangan pokok strategis nasional dalam kondisi sangat baik, terutama beras.
Stok beras pemerintah melalui Perum Bulog telah mencapai 4 juta ton.
Ketersediaan beras nasional hingga akhir April diproyeksikan mengalami surplus sebesar 17,2 juta ton.
Selain beras, komoditas jagung diproyeksikan surplus 4,8 juta ton dan minyak goreng sebesar 3,5 juta ton.
Daging ayam diperkirakan surplus 727 ribu ton hingga April.
Gula konsumsi diproyeksikan surplus 595 ribu ton.
Telur ayam diproyeksikan surplus 349 ribu ton.
Cabai rawit diproyeksikan surplus 105 ribu ton dan cabai besar 74 ribu ton.
Bawang merah diproyeksikan surplus 57 ribu ton.
Seluruh komoditas pangan strategis tersebut dipastikan berasal dari produksi dalam negeri.
- Penulis :
- Leon Weldrick







