
Pantau - Dinas Perhubungan Kota Cirebon mencatat sebanyak 577.215 kendaraan melintas di Jalur Pantura wilayah setempat selama periode H-7 hingga H-1 Lebaran 2026.
Data tersebut dihimpun hingga Jumat pukul 11.30 WIB dan menunjukkan tingginya mobilitas pemudik menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Cirebon Indra Setiaman menyebut mayoritas kendaraan didominasi sepeda motor.
“Jumlah kendaraan yang melintas dari H-7 sampai H-1 Lebaran sekitar 577.215 unit, berdasarkan perhitungan hingga pukul 11.30 WIB,” ujarnya.
Ia merinci sepeda motor mencapai 503.445 unit, sementara mobil pribadi tercatat sebanyak 52.643 unit.
Puncak Arus dan Tren Pergerakan
Indra menjelaskan puncak arus mudik terjadi pada H-2 Lebaran dengan jumlah kendaraan hampir mencapai 149 ribu unit dalam sehari.
Rata-rata kendaraan yang melintas saat ini mencapai 1.284 unit per jam di Jalur Pantura Cirebon.
Menurutnya, dibandingkan periode yang sama tahun 2025, jumlah kendaraan pada puncak arus mudik tahun ini mengalami sedikit penurunan.
“Kalau dibandingkan dengan tahun 2025 ada sedikit penurunan, namun dibandingkan hari sebelumnya terjadi peningkatan sekitar 12 persen,” katanya.
Rekayasa Lalu Lintas untuk Urai Kepadatan
Dishub Kota Cirebon menerapkan sejumlah rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan di jalur utama pemudik.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menambah durasi lampu hijau di sejumlah persimpangan hingga sekitar 95 detik.
“Kami menambah durasi lampu hijau di persimpangan agar kendaraan yang melintas di jalur mudik bisa bergerak lebih cepat,” ujar Indra.
Ia menambahkan tidak ada penutupan persimpangan selama musim mudik karena rekayasa lalu lintas dinilai cukup efektif.
Dengan kebijakan tersebut, arus kendaraan dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah maupun sebaliknya dapat tetap lancar tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








