
Pantau - Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi nasional kuartal I-2026 mencapai 5,5 persen didorong peningkatan konsumsi masyarakat selama Ramadhan dan Lebaran.
Konsumsi Meningkat dan Target Pertumbuhan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan geliat ekonomi selama Ramadhan menjadi indikator kuat tercapainya target tersebut.
"Kelihatannya target 5,5 bisa dicapai dari geliat selama Ramadhan kemarin," ujar Airlangga.
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,5 hingga 5,6 persen secara tahunan (year-on-year).
Namun, Airlangga mengingatkan potensi inflasi pada awal 2026 lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
"Tahun kemarin kan sampai bulan Februari itu ada diskon tarif listrik. Jadi itu yang membuat inflasi tahun kemarin dari segi listriknya deflasi. Tahun ini karena enggak ada (diskon tarif listrik), berarti angkanya akan lebih tinggi," ungkapnya.
Stimulus Pemerintah Jaga Daya Beli
Pemerintah tetap optimistis daya beli masyarakat terjaga melalui berbagai stimulus ekonomi yang digelontorkan sepanjang kuartal I-2026.
Salah satu kebijakan adalah pemberian insentif transportasi mudik berupa diskon tiket kereta api 30 persen, angkutan laut 30 persen, penyeberangan 100 persen, serta tiket pesawat sebesar 17 hingga 18 persen.
Total anggaran insentif transportasi tersebut mencapai Rp911,16 miliar yang bersumber dari APBN dan non-APBN.
Selain itu, pemerintah menyalurkan bantuan pangan senilai Rp12 triliun kepada 35,04 juta keluarga berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng untuk periode Februari hingga Maret 2026.
Pemerintah juga mengalokasikan Rp55 triliun untuk pembayaran Tunjangan Hari Raya kepada sekitar 10,5 juta aparatur negara, termasuk ASN, PPPK, TNI, Polri, dan pensiunan.
Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu menjaga konsumsi domestik sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Aditya Yohan






