Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Konflik Timur Tengah Ancam Pasokan Pupuk Global dan Ketahanan Pangan Dunia

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Konflik Timur Tengah Ancam Pasokan Pupuk Global dan Ketahanan Pangan Dunia
Foto: (Sumber : Ilustrasi Selat Hormuz, Iran. ANTARA/Anadolu/py..)

Pantau - Konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah dinilai berpotensi mengganggu pasokan pupuk global dan mengancam ketahanan pangan, terutama melalui jalur strategis Selat Hormuz.

Peran Strategis Timur Tengah dalam Pasokan Pupuk

Perang di Timur Tengah tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga pada distribusi pupuk yang menjadi penopang produksi pangan dunia.

Selat Hormuz menjadi jalur penting distribusi pupuk nitrogen seperti urea yang menopang hampir separuh perdagangan global.

Kawasan Timur Tengah menyumbang sekitar 15–20 persen produksi pupuk nitrogen dunia dan mendominasi ekspor urea global hingga 40–50 persen.

Negara-negara seperti Qatar, Arab Saudi, Iran, Uni Emirat Arab, dan Oman memiliki peran besar karena ketersediaan gas alam sebagai bahan baku utama pupuk.

Qatar memproduksi sekitar 6 juta ton urea per tahun, sementara Iran mencapai 6–8 juta ton per tahun.

Selain itu, Arab Saudi juga menjadi produsen utama pupuk fosfat dengan kapasitas sekitar 6–7 juta ton per tahun.

Ancaman terhadap Ketahanan Pangan Global

Gangguan pada stabilitas kawasan tersebut dapat menghentikan distribusi pupuk yang berdampak langsung pada produksi pertanian global.

"Perang di Timur Tengah mungkin terasa jauh. Tapi jika pupuk tersendat, dampaknya bisa sangat dekat, bahkan sampai ke meja makan kita sendiri," tulis Prof Dr Dian Fiantis.

Ketergantungan dunia terhadap pasokan pupuk dari kawasan ini menjadikan konflik geopolitik sebagai ancaman serius bagi keberlanjutan produksi pangan.

Kondisi ini berpotensi memicu krisis pangan jika distribusi pupuk terganggu dalam jangka panjang.

Penulis :
Aditya Yohan