Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp16.928 per Dolar AS akibat Volatilitas Harga Minyak dan Konflik Global

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Rupiah Melemah ke Rp16.928 per Dolar AS akibat Volatilitas Harga Minyak dan Konflik Global
Foto: (Sumber : Petugas menunjukkan pecahan mata uang dolar Amerika Serikat dan mata uang Rupiah di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Selasa (10/3/2026). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa..)

Pantau - Nilai tukar rupiah melemah 14 poin menjadi Rp16.928 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Jumat (27/3/2026), dipengaruhi volatilitas harga minyak dunia dan ketidakpastian geopolitik.

Tekanan Global Picu Pelemahan Rupiah

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menyatakan pergerakan rupiah dipengaruhi fluktuasi harga minyak serta konflik di Timur Tengah.

“Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah di kisaran Rp16.870 - Rp16.920 dipengaruhi oleh global harga minyak dunia yang masih dengan volatilitas yang tinggi dan ketidakpastian berakhirnya perang AS-Israel dengan Iran,” ungkapnya.

Ia menjelaskan ketegangan di Selat Hormuz turut memicu kenaikan harga minyak dunia.

Kondisi tersebut dipicu kebijakan Iran yang berencana mengenakan biaya hingga 2 juta dolar AS bagi kapal yang melintas di jalur strategis tersebut.

Situasi ini menyebabkan gangguan distribusi minyak dan gas global sehingga mendorong kenaikan harga energi.

Dampak ke Inflasi dan Langkah Pemerintah

Dari sisi domestik, pasar mengkhawatirkan tekanan inflasi akibat kenaikan harga minyak yang berimbas pada biaya produksi dan harga barang.

“Sebelum pecah perang AS-Israel dan Iran tren inflasi sudah mulai meningkat, ditambah kenaikan harga minyak yang akan menambah biaya produksi industri dan harga jual barang,” jelas Rully.

Ia menambahkan potensi defisit anggaran yang mendekati batas 3 persen dari Produk Domestik Bruto juga menjadi perhatian.

“Langkah yang dapat dilakukan pemerintah di antaranya dengan menjaga daya beli masyarakat melalui program-program di antaranya bantuan tunai dan insentif listrik serta penghematan di lembaga dan kementerian,” ujarnya.

Pelemahan rupiah diperkirakan masih dipengaruhi dinamika global, khususnya perkembangan konflik dan harga energi dunia.

Penulis :
Ahmad Yusuf