Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp16.979 per Dolar AS Akibat Gejolak Timur Tengah dan Tekanan Global

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Rupiah Melemah ke Rp16.979 per Dolar AS Akibat Gejolak Timur Tengah dan Tekanan Global
Foto: Petugas menunjukkan pecahan mata uang dolar Amerika Serikat dan mata uang Rupiah di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Selasa 10/3/2026 (sumber: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Pantau - Nilai tukar rupiah ditutup melemah sebesar 75 poin dari Rp16.904 menjadi Rp16.979 per dolar AS pada perdagangan terbaru seiring meningkatnya ketegangan geopolitik global.

Geopolitik Timur Tengah Tekan Rupiah

Pelemahan rupiah dipicu oleh keputusan Amerika Serikat mengirim pasukan ke Timur Tengah yang memicu kekhawatiran pasar.

Pengamat mata uang Ibrahim Assuabi menyebut faktor geopolitik menjadi pendorong utama tekanan terhadap rupiah.

Ia mengungkapkan, "Meskipun Trump mengumumkan penghentian serangan terhadap infrastruktur energi Iran, AS juga telah mengirim pasukan ke Timur Tengah, dengan Trump mempertimbangkan apakah akan menggunakan pasukan darat untuk merebut pusat minyak strategis Iran di Pulau Kharg."

Konflik antara Amerika Serikat dan Iran menyebabkan gangguan besar pada pasokan minyak global.

Pasokan minyak global dilaporkan berkurang sekitar 11 juta barel per hari akibat konflik tersebut.

Badan Energi Internasional menilai krisis ini sangat serius dan bahkan lebih buruk dibandingkan gabungan krisis minyak tahun 1970-an dan konflik gas Rusia-Ukraina.

Ekspektasi Suku Bunga The Fed Berubah

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap meningkatnya inflasi global.

Pelaku pasar sebelumnya memperkirakan adanya dua kali pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve pada awal tahun.

Namun sejak konflik berlangsung dan setelah keputusan kebijakan Fed pada 18 Maret, ekspektasi pemotongan suku bunga mulai berkurang.

Ibrahim menyampaikan, "Pada awal tahun, para pedagang memperkirakan setidaknya dua kali pemotongan suku bunga dari Federal Reserve Fed. Namun, sejak konflik dimulai dan setelah keputusan kebijakan Fed pada 18 Maret, mereka mengurangi taruhan dovish mereka."

Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate JISDOR Bank Indonesia juga melemah dari Rp16.903 menjadi Rp16.957 per dolar AS.

Penulis :
Shila Glorya