
Pantau - BPBD Kabupaten Temanggung meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kemarau panjang yang diperkirakan terjadi mulai April 2026 dan berisiko memicu kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.
Langkah ini dilakukan berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut durasi kemarau tahun ini berpotensi lebih lama dari normal.
Kepala Pelaksana BPBD Temanggung Totok Nursetyanto mengatakan, "BMKG menyampaikan kemungkinan kemarau panjang mulai April, bahkan ada wilayah dengan kondisi di bawah normal."
Antisipasi Peralatan dan Pemetaan Wilayah Rawan
BPBD Temanggung telah menyiapkan peralatan penanganan karhutla yang ditempatkan di sejumlah titik strategis seperti Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, dan Gunung Prau.
Peralatan tersebut didukung oleh komunitas relawan di masing-masing basecamp agar dapat digunakan secara cepat saat terjadi kebakaran.
Selain itu, BPBD juga melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan serta meminta pemerintah desa memperbarui data potensi krisis air.
Distribusi Air dan Imbauan Masyarakat
Untuk mengantisipasi kekeringan, BPBD menyiapkan distribusi air bersih sebanyak 50 tangki bagi wilayah terdampak.
Pihaknya juga tengah menyiapkan surat edaran bagi desa dengan tetap menunggu arahan dari BNPB dan pemerintah provinsi agar tidak menimbulkan kepanikan.
Totok mengimbau masyarakat untuk tetap waspada tanpa panik.
Ia mengatakan, "Masyarakat cukup menggunakan air dengan baik dan bersama-sama merawat lingkungan, terutama sumber mata air."
Sebagai informasi tambahan, upaya mitigasi dini diharapkan dapat menekan dampak kemarau panjang terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Tria Dianti







