
Pantau - Bencana tanah longsor kembali menerjang Desa Damarwulan, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, hingga menutup total akses utama menuju Desa Tempur.
Longsor terjadi pada Kamis (26/3) sekitar pukul 10.00 WIB di ruas Jalan Damarwulan–Tempur, tepatnya setelah tanjakan Leki.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Jepara Arwin Noor Isdiyanto menyebut longsor dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam beberapa hari terakhir serta kondisi tanah yang labil.
Ia mengungkapkan, "Penyebab longsor dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam beberapa hari terakhir, ditambah kondisi tanah yang labil."
Material Longsor Tutup Jalan dan Rusak Infrastruktur
Longsoran berasal dari tebing setinggi sekitar 100 meter dengan lebar tiga meter yang membawa material tanah dan bebatuan.
Material tersebut menutup seluruh badan jalan sekaligus merusak ruas jalan utama yang menjadi akses vital warga.
Akibatnya, jalur utama dari Damarwulan menuju Desa Tempur tidak dapat dilalui dan ditutup total demi keselamatan pengguna jalan.
Jalur Alternatif Disiapkan dan Penanganan Dilakukan
BPBD bersama instansi terkait telah melakukan asesmen, koordinasi lintas sektor, serta pengerahan sumber daya darurat di lokasi kejadian.
Kebutuhan mendesak saat ini adalah alat berat untuk mempercepat pembersihan material longsor yang menutup akses.
Camat Keling Lulut Andi Ariyanto menjelaskan bahwa longsor tersebut merupakan kejadian susulan setelah peristiwa serupa pada 10 Maret lalu.
Ia mengatakan, "Petugas BPBD bersama warga sudah melakukan pengecekan ke atas lokasi untuk memastikan keamanan alat berat yang akan digunakan."
Sebagai jalur alternatif, warga diarahkan melalui rute Kaliombo–Rimong via Desa Medani, Kabupaten Pati, meski jalur tersebut lebih jauh, sempit, dan memiliki banyak tikungan tajam.
Sebagai informasi tambahan, warga diimbau tetap waspada terhadap potensi longsor susulan meskipun kondisi cuaca pada Jumat pagi dilaporkan cerah.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







