
Pantau - Pengamat ekonomi meminta Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan yang baru Robert Leonard Marbun untuk segera mengatasi kebocoran penerimaan negara di tengah tekanan geopolitik global dan kenaikan harga energi.
Posisi Sekjen dinilai strategis karena menjadi tangan kanan Menteri Keuangan dalam pengelolaan internal kementerian.
Pengamat Ibrahim Assuaibi menyatakan, "Keinginan Purbaya ini adalah orang yang sudah memiliki pengalaman yang mumpuni di bidangnya. Sekjen itu tangan kanan menteri. Di situ letak strategisnya. Apalagi sekarang kondisi global lagi tidak stabil, harga minyak naik, tekanan fiskal pasti terasa,".
Permasalahan utama kebocoran penerimaan negara disebut berada di sektor kepabeanan terutama di pelabuhan dan bandara.
Praktik mafia kepabeanan dinilai masih marak dan sulit diberantas karena bersifat sistemik.
Ia menyatakan, "Masalah terbesar itu di pelabuhan. Banyak kebocoran. Ini bukan rahasia lagi. Bahkan dari pengalaman dan berdiskusi dengan mantan pejabat, di situ memang paling sulit,".
Ia menambahkan, "Pintu satu ditutup, pintu lain jalan. Ini sudah berjamaah. Jadi bukan soal satu-dua orang, tapi sistemnya yang harus dibenahi,".
Perbaikan tata kelola di sektor kepabeanan dan pajak dinilai dapat meningkatkan penerimaan negara secara signifikan.
Ibrahim menyatakan, "Kalau ini bisa dibenahi, potensi kenaikan pendapatan pajak itu besar. Tapi kalau tidak, ya akan stagnan seperti biasa,".
Selain itu, Sekjen juga diminta membenahi internal birokrasi dan membangun integritas aparatur.
Ekonom Nailul Huda menilai Robert Leonard Marbun merupakan sosok yang tepat untuk posisi tersebut.
Ia menyatakan, "Saya tidak meragukan kemampuan Pak Robert dengan segala pengalaman beliau di Kemenkeu maupun di BKPM,".
Peran Sekjen difokuskan pada pengelolaan internal termasuk sumber daya manusia dan proses seleksi pejabat berdasarkan rekam jejak serta integritas.
Posisi ini menjadi kunci dalam memastikan pejabat strategis memiliki kompetensi dan integritas tinggi.
- Penulis :
- Gerry Eka







