HOME  ⁄  Ekonomi

Produk Furnitur Indonesia Catat Potensi Transaksi Rp12,64 Miliar di Pameran Budapest

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Produk Furnitur Indonesia Catat Potensi Transaksi Rp12,64 Miliar di Pameran Budapest
Foto: (Sumber : Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Indonesia mengikuti pameran Home Design 2026 di Budapest, Hungaria pada 25-29 Maret 2026. (ANTARA/HO-Kemendag).)

Pantau - Produk furnitur dan dekorasi rumah asal Indonesia mencatat potensi transaksi sebesar Rp12,64 miliar dalam pameran Home Design 2026 di Budapest, Hungaria.

Minat Pasar Eropa terhadap Produk RI

Kepala ITPC Budapest Suci Mahanani mengatakan capaian tersebut menunjukkan tingginya minat pasar Eropa Tengah dan Timur terhadap produk furnitur Indonesia.

"Potensi transaksi Rp12,64 miliar ini membuktikan pasar Hungaria serta Kawasan Eropa Tengah dan Timur memiliki minat besar serta menaruh kepercayaan pada produk furnitur dan dekorasi rumah Indonesia," ungkap Suci dalam keterangan di Jakarta, Senin (6/4/2026).

Ia menjelaskan produk Indonesia dinilai unggul karena kualitas tinggi, desain berbasis budaya, penggunaan material alami, serta penerapan prinsip sustainability yang sesuai dengan preferensi konsumen Eropa.

Partisipasi UMKM dan Tren Perdagangan

Dalam pameran tersebut, Indonesia menghadirkan empat pelaku UMKM dengan berbagai produk seperti furnitur kayu jati ukir, dekorasi berbahan tembaga, hingga furnitur berbasis jamur miselium dengan desain kontemporer.

Duta Besar RI untuk Hungaria Penny D. Herasati menegaskan pentingnya kualitas untuk menembus pasar global.

"Kami berharap pameran ini menjadi jembatan untuk memperkenalkan produk terbaik Indonesia yang telah memenuhi standar kualitas dan persyaratan ketat pasar Eropa," ujarnya.

Data menunjukkan hubungan dagang Indonesia dan Hungaria terus meningkat dengan impor Hungaria dari Indonesia tumbuh rata-rata 9,47 persen per tahun pada periode 2021–2025.

Pada 2025, total perdagangan kedua negara mencapai 303,7 juta dolar AS dengan ekspor nonmigas Indonesia sebesar 113,8 juta dolar AS atau naik 10,65 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Capaian ini menjadi sinyal positif bagi ekspansi produk furnitur dan gaya hidup Indonesia di pasar internasional.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Ahmad Yusuf