HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Ditutup Melemah ke 6.989,43, Investor Waspadai Konflik AS-Iran dan Defisit Anggaran

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

IHSG Ditutup Melemah ke 6.989,43, Investor Waspadai Konflik AS-Iran dan Defisit Anggaran
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada Senin sore ditutup melemah 37,35 poin atau 0,53 persen ke posisi 6.989,43 seiring sikap hati-hati pelaku pasar terhadap perkembangan konflik di Timur Tengah serta tekanan dari dalam negeri.

Tekanan Global dan Sentimen Geopolitik

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan bahwa pergerakan bursa saham Asia cenderung campuran karena investor mencermati ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Ia mengungkapkan, "Bursa Asia bergerak variatif karena pelaku pasar mulai berhati-hati terhadap situasi di Timur Tengah."

Negosiasi antara Amerika Serikat, Iran, dan mediator regional terkait potensi gencatan senjata selama 45 hari masih berlangsung sebagai upaya menuju penyelesaian konflik permanen.

Situasi memanas setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menetapkan tenggat baru bagi Iran serta meningkatkan ancaman terhadap infrastruktur sipil jika Selat Hormuz tidak kembali dibuka.

Sejalan dengan itu, indeks regional menunjukkan pergerakan beragam dengan Nikkei naik 0,49 persen, Straits Times menguat 0,43 persen, sementara Shanghai turun 1,00 persen dan Hang Seng melemah 0,70 persen.

Faktor Domestik dan Kinerja Perdagangan

Dari dalam negeri, pelemahan IHSG turut dipengaruhi oleh defisit anggaran Indonesia yang mencapai Rp240,1 triliun pada kuartal I-2026 atau setara 0,93 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Belanja pemerintah tercatat meningkat 31,3 persen secara tahunan menjadi Rp815 triliun, sementara pendapatan negara naik 10,5 persen menjadi Rp574,9 triliun.

Penerimaan pajak tumbuh 20,7 persen menjadi Rp394,8 triliun, namun penerimaan kepabeanan dan cukai turun 12,6 persen menjadi Rp67,9 triliun serta penerimaan negara bukan pajak turun 3 persen menjadi Rp112,1 triliun.

Belanja pemerintah pusat tercatat sebesar Rp610,3 triliun atau naik 47,7 persen, sedangkan transfer ke daerah turun 1,1 persen menjadi Rp204,8 triliun.

Investor juga mencermati rencana sovereign wealth fund Danantara yang menandatangani kesepakatan akuisisi unit manajemen investasi milik Bank Mandiri, BRI, BNI, dan PT Permodalan Nasional Madani senilai Rp2,7 triliun yang masih menunggu persetujuan.

IHSG dibuka melemah dan bertahan di zona negatif hingga penutupan sesi pertama dan berlanjut hingga sesi kedua perdagangan.

Indeks LQ45 turut melemah 6,82 poin atau 0,95 persen ke posisi 707,76.

Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, empat sektor menguat dipimpin sektor barang konsumen non primer yang naik 2,25 persen, sektor barang baku 1,29 persen, dan sektor energi 0,57 persen.

Sebaliknya, tujuh sektor melemah dengan sektor barang konsumen primer turun paling dalam sebesar 0,98 persen, diikuti sektor transportasi dan logistik turun 0,96 persen serta sektor teknologi turun 0,89 persen.

Saham yang mencatatkan penguatan terbesar antara lain VOKS, ESIP, FORE, IFSH, dan POLA, sedangkan saham dengan pelemahan terbesar yaitu DEFI, ALKA, DATA, RLCO, dan SOTS.

Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1.660.045 kali transaksi dengan volume 29,21 miliar lembar saham dan nilai transaksi mencapai Rp15,24 triliun.

Sebanyak 255 saham menguat, 412 saham melemah, dan 151 saham tidak mengalami perubahan.

Penulis :
Shila Glorya
Dxi 2026

Terpopuler