
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan kondisi pangan nasional tetap aman meskipun terjadi gejolak geopolitik global yang berdampak pada distribusi dan harga bahan pokok.
Dampak Geopolitik pada Harga dan Distribusi
Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa dinamika global seperti konflik di berbagai kawasan telah memengaruhi distribusi logistik dan biaya bahan baku.
Ia mengakui adanya kenaikan beberapa harga pangan akibat situasi tersebut dengan mengatakan, "Iya memang ada beberapa (harga pangan naik), saya akui dampak (geopolitik) itu terasa," ungkapnya.
Gangguan logistik global disebut menyebabkan waktu pengiriman barang meningkat signifikan sehingga berdampak pada biaya distribusi.
Ia menjelaskan kondisi pengiriman laut saat ini dengan menyatakan, "Sekarang transportasi laut itu berputar, yang tadinya 20 hari sekarang bisa 60 hari lebih," ujarnya.
Kenaikan biaya energi turut mendorong peningkatan ongkos transportasi termasuk avtur yang berdampak pada tarif angkutan udara.
Selain itu, kenaikan harga bahan baku seperti plastik juga memengaruhi ketersediaan sarana distribusi termasuk karung untuk gabah di sejumlah daerah.
Ia menyoroti lonjakan harga plastik dengan mengatakan, "Misalnya sekarang plastik. Plastik itu luar biasa naiknya," jelasnya.
Pemerintah mencatat harga plastik di dalam negeri meningkat sekitar 30 hingga 80 persen akibat gangguan pasokan global yang dipicu konflik di Timur Tengah.
Stok Beras Aman dan Tertinggi Sepanjang Sejarah
Meski menghadapi berbagai tantangan global, pemerintah memastikan kondisi pangan nasional tetap terjaga.
Zulkifli Hasan menegaskan jaminan tersebut dengan menyatakan, "Walaupun ada masalah di internasional, geopolitik, ada peperangan, tapi soal pangan kita aman," tegasnya.
Stok beras nasional dilaporkan dalam kondisi mencukupi dan relatif stabil.
Cadangan beras pemerintah per 7 April 2026 mencapai sekitar 4,6 juta ton yang disebut sebagai jumlah tertinggi sepanjang sejarah pengelolaan stok pangan nasional.
Pemerintah memperkirakan ketersediaan beras tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama 10 hingga 11 bulan ke depan.
Ketahanan pangan ini juga diproyeksikan mampu menghadapi tekanan geopolitik global serta potensi El Nino.
Kondisi pangan yang terjaga didukung oleh langkah pemerintah dalam memperkuat swasembada pangan, energi, serta hilirisasi sebagai antisipasi ketidakpastian global.
- Penulis :
- Shila Glorya








