
Pantau - Lotte Chemical Indonesia (LCI) memprioritaskan pasokan untuk industri hilir domestik di tengah tekanan rantai pasok global akibat eskalasi geopolitik di kawasan Timur Tengah, Kamis (9/4/2026).
Strategi Hadapi Gangguan Pasokan Global
Direktur Management Support LCI Cho Jin-Woo menyatakan gangguan di jalur strategis Selat Hormuz berdampak signifikan terhadap ketersediaan bahan baku utama seperti nafta dan LPG.
Dalam menghadapi kondisi tersebut, perusahaan mengambil langkah mencari sumber alternatif guna menjaga keberlangsungan produksi.
“Dalam situasi yang penuh ketidakpastian ini, prioritas utama kami adalah menjaga keberlangsungan pasokan bagi industri dalam negeri. LCI terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk meminimalkan dampak gangguan terhadap pelanggan, sekaligus mendukung stabilitas sektor manufaktur nasional,” ujarnya.
LCI juga melakukan penyesuaian operasional dengan menurunkan tingkat produksi akibat perubahan rute logistik bahan baku.
“LCI hingga saat ini masih beroperasi namun dengan menurunkan tingkat produksinya, dikarenakan rute pengadaan bahan baku telah diubah akibat hambatan logistik yang ada. Kami mengevaluasi setiap hari untuk memastikan situasi terkini yang transparan seiring berkembangnya kondisi,” ungkapnya.
Harapan Dukungan Pemerintah
Untuk menjaga stabilitas industri, LCI mengajukan sejumlah dukungan strategis kepada pemerintah, seperti penyederhanaan regulasi impor bahan baku dan penerapan bea masuk nol persen untuk LPG.
Perusahaan juga berharap adanya bantuan fiskal sementara serta pembukaan jalur aman bagi kapal pengangkut bahan baku yang terdampak di Selat Hormuz.
“Kami berharap pemerintah dapat membantu memastikan ketersediaan energi dan dukungan kebijakan yang tepat sasaran agar aktivitas produksi kami tetap berlanjut dan memberikan dampak positif bagi program hilirisasi yang dicanangkan pemerintah,” tambah Cho.
Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan pemerintah terus mendorong diversifikasi bahan baku dan pemanfaatan daur ulang guna menjaga pasokan plastik nasional di tengah tekanan geopolitik global.
- Penulis :
- Aditya Yohan








