HOME  ⁄  Ekonomi

Literasi Koperasi Dinilai Kunci Perkuat Peran dalam Rantai Ekonomi di Tengah Gejolak Global

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Literasi Koperasi Dinilai Kunci Perkuat Peran dalam Rantai Ekonomi di Tengah Gejolak Global
Foto: (Sumber : Pekerja menyusun minyak goreng di gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang telah beroperasi di Gedawang, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (31/3/2026). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/wpa.)

Pantau - Literasi koperasi dinilai menjadi faktor kunci dalam memperkuat peran koperasi sebagai pilar ekonomi masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Sejarah dan Peran Literasi Koperasi

Koperasi disebut tidak hanya sebagai badan usaha, tetapi juga sebagai gerakan sosial yang lahir dari kebutuhan masyarakat untuk bertahan dan berkembang secara kolektif.

Sejarah mencatat model koperasi modern bermula dari Rochdale Society of Equitable Pioneers di Inggris pada 1844 yang mengedepankan prinsip kejujuran, harga terjangkau, dan pembagian keuntungan yang adil.

Keberhasilan koperasi tersebut tidak lepas dari peran pendidikan dan literasi yang diberikan kepada anggotanya, termasuk pemahaman ekonomi, keuangan, dan nilai sosial.

Koperasi bahkan menyediakan ruang belajar seperti perpustakaan dan forum diskusi sebagai bagian dari penguatan kapasitas anggota.

Implementasi di Indonesia dan Tantangan

Di Indonesia, praktik koperasi yang berhasil juga muncul di berbagai daerah seperti Koperasi Pusat Susu Bandung Utara, Keling Kumang di Sintang, dan Agro Niaga Jabung di Malang.

Koperasi dinilai efektif jika dibangun berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat, seperti akses pasar, harga terjangkau, hingga permodalan bagi pelaku usaha kecil.

Proses pembentukan koperasi dimulai dari identifikasi masalah, diskusi kelompok, hingga pembentukan tim inisiator yang memiliki integritas dan kemampuan manajerial.

Literasi koperasi menjadi fondasi utama agar anggota tidak hanya terlibat dalam transaksi ekonomi, tetapi juga memahami peran strategis mereka dalam sistem ekonomi yang lebih luas.

Tanpa penguatan sumber daya manusia dan literasi yang memadai, koperasi berisiko hanya menjadi struktur organisasi tanpa dampak nyata bagi anggotanya.

Penulis :
Ahmad Yusuf