
Pantau - PTPN IV PalmCo melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berhasil meningkatkan produksi pandai besi di Kabupaten Kampar hingga 10 kali lipat, dari sekitar 3.000 unit menjadi 30.000 unit alat perkebunan per bulan.
Program ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, menyatakan program tersebut bertujuan menciptakan ekosistem ekonomi mandiri.
"Kami mendorong terciptanya ekosistem ekonomi yang mandiri, sekaligus membuka lapangan kerja dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar," ujarnya.
Program ini juga memperkuat rantai pasok industri perkebunan yang lebih inklusif.
Ketua kelompok usaha, Desrico Apriyus, menyebut peningkatan produksi didukung oleh penyerapan produk serta pendampingan usaha dari perusahaan.
"Pada masa itu hampir semua sektor terdampak. Namun kami tetap bisa bertahan karena ada PTPN yang menyerap produk sekaligus memberi pendampingan," katanya.
PalmCo juga menyalurkan bantuan modal sebesar Rp800 juta untuk pengembangan usaha.
Dana tersebut digunakan untuk mengonsolidasikan bengkel menjadi sentra produksi yang lebih terorganisasi.
Selain itu, perusahaan memberikan bantuan alat seperti air hammer dan automatic grinder untuk meningkatkan efisiensi produksi.
Sentra produksi kini dilengkapi empat unit air hammer, sehingga kapasitas produksi meningkat signifikan.
Jumlah tenaga kerja pun bertambah dari belasan menjadi 23 orang, dengan target ke depan mencapai 33 hingga 50 orang.
Sekitar 100 pemuda desa turut dilibatkan sebagai mitra pemasaran.
Pendapatan pekerja kini rata-rata mencapai Rp7 juta per bulan, dengan potensi meningkat hingga Rp10 juta sampai Rp15 juta.
Program ini juga mendorong aktivitas ekonomi desa serta memperkuat kohesi sosial masyarakat, di mana sebagian keuntungan usaha dialokasikan untuk kegiatan sosial di lingkungan sekitar.
Inisiatif ini menunjukkan dampak nyata program CSR dalam pengembangan UMKM lokal.
- Penulis :
- Gerry Eka








