
Pantau - Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez Chaudhri menyatakan hubungan Indonesia dan Pakistan kini telah berkembang menjadi kemitraan strategis di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif.
Dalam wawancara di Jakarta, Sabtu (11/4), Chaudhri menjelaskan kemitraan tersebut mencakup berbagai sektor mulai dari pertahanan, ekonomi, perdagangan, hingga pendidikan dan kesehatan.
Ia juga mengungkapkan kedua negara tengah mendorong pembentukan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif yang ditargetkan selesai tahun depan.
“Kami sedang berdiskusi dengan Indonesian Sovereign Wealth Fund (Danantara), dan kami telah melakukan diskusi lanjutan tentang beberapa bidang di mana kami dapat bekerja sama, termasuk pembuatan vaksin di Pakistan,” ujarnya.
Perluas Kerja Sama Ekonomi dan Halal
Selain itu, Indonesia dan Pakistan juga berupaya menyelaraskan standar sertifikasi halal serta memperkuat rantai pasok makanan halal.
“Kami juga sedang mengerjakan beberapa usaha patungan dalam hal makanan halal. Jadi kami percaya bahwa baik Pakistan maupun Indonesia, kita sebenarnya dapat menjadi bukan hanya mitra, tetapi tren yang mapan dalam sektor halal,” kata Chaudhri.
Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai perdagangan sekaligus memperkuat posisi kedua negara dalam industri halal global.
Kolaborasi Pertahanan dan Pendidikan
Di sektor pertahanan, kedua negara tengah membahas kerja sama pengadaan sistem senjata serta pelatihan militer bagi perwira Indonesia di Pakistan.
Chaudhri menyebut sejumlah prajurit Indonesia telah mengikuti pelatihan khusus di Pakistan sebagai bagian dari kerja sama tersebut.
Sementara di bidang pendidikan, pertukaran pelajar juga terus didorong, terutama pada bidang kedokteran, teknik, dan komputasi.
“Terutama di bidang-bidang seperti pendidikan kedokteran, teknik, komputasi, komputasi tingkat lanjut. Jadi, di semua bidang ini, kita akan melihat lebih banyak mahasiswa Indonesia datang ke Pakistan,” ujarnya.
Indonesia dan Pakistan sendiri telah menjalin hubungan diplomatik sejak 1950 dan memperingati 75 tahun hubungan bilateral pada 2025.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








