
Pantau - Amerika Serikat (AS) dan Lebanon mendesak Israel untuk menghentikan serangan militer menjelang rencana perundingan damai antara kedua pihak di tengah eskalasi konflik terbaru.
Permintaan tersebut disampaikan Lebanon melalui perantara AS, sebagaimana dilaporkan Axios yang mengutip sejumlah sumber, Sabtu (11/4).
AS turut mendukung langkah tersebut dan meminta Israel menerima usulan penghentian serangan, namun Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu belum mengambil keputusan terkait permintaan itu.
Ketegangan Meningkat Jelang Negosiasi
Sebelumnya, kantor Netanyahu mengumumkan bahwa pemerintah Israel telah diinstruksikan untuk memulai perundingan langsung dengan Lebanon.
Perundingan tersebut bertujuan melucuti senjata kelompok Hizbullah serta membangun perdamaian di kawasan perbatasan kedua negara.
Namun di tengah rencana tersebut, situasi justru memanas setelah Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke Beirut dan wilayah Lebanon selatan pada Rabu.
Serangan itu memicu balasan dari Hizbullah pada Kamis, meski sebelumnya kelompok tersebut sempat menangguhkan operasi menyusul kabar gencatan senjata dua pekan antara Iran dan AS.
Upaya Redam Konflik
Lebanon berharap penghentian sementara serangan dapat menciptakan ruang bagi dialog konstruktif yang mengarah pada penyelesaian konflik jangka panjang.
Sementara itu, keterlibatan AS sebagai mediator diharapkan mampu menekan eskalasi dan memastikan proses negosiasi berjalan efektif.
Hingga kini, keputusan akhir dari pihak Israel masih dinantikan di tengah tekanan internasional untuk meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
- Penulis :
- Aditya Yohan








